Prediksi Masa Depan Pendidikan

Menganalisis “kecenderungan” masa depan pendidikan. Kecenderungan ini bersifat prediksi sain-teknologi karena terjadi banyak perubahan-perubahan mendasar sebagai landasannya. Perubahan ini sangat cepat dan manusia tidak bisa mengendalikannya. Dimasa mendatang, teknologi masif digunakan dalam dunia pendidikan. Teknologi dalam pendidikan digunakan untuk sistem pelayanan pendidikan (pelaporan nilai, jadwal kegiatan dan keuangan). Teknologi pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pendidikan yang di fokuskan pada instruksional kegiatan pembelajaran.

Teknologi pendidikan terus mengalami perkembangan. perancangan, produksi dan penyampaian.  Hadirnya teknologi komputer dan internet mendorong lahirnya cara baru untuk membantu guru/dosen agar pembelajarannya lebih efektif dan efisien. Sekolah dan kampus mulai mendirikan pusat media pembelajaran, dan proyek pengembangan kurikulum yang masukkan media dalam programnya. Program ini ini terkait dengan sintesis dari difusi inovasi, teknologi kinerja dan pengelolaan kualitas menjadi alat yang ampuh dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran. Melahirkan produk interaktif dalam kegiatan pembelajaran dan pemanfaatnya mencakup berbagai fungsi.ini yang disebut digitalisasi pendidikan.

Berikut prediksinya :

  1. Guru /dosen yang saat ini masih menggunakan manusia sebagai subjeknya, di suatu saat akan digantikan oleh teknologi. Memang benar adagium “Jika guru hanya menjelaskan maka guru bisa diganti dengan teknologi, namun bila guru mengasuh dengan hati, maka tidak bisa digantikan oleh apapun kecuali manusia”. Saya melihat ada banyak kecenderungan arah pendidikan kita itu semakin “transfer of knowledge.” yang pada ujungnya akan diganti dengan teknologi. Guru/dosen yang manusia akan menjadi operator teknologi itu. Sehingga materi ajar yang biasanya terfokus pada buku teks konvensional akan digeser oleh perpustakaan dunia yang sangat luas melalui teknologi berakses internet.
  2. Periode sekarang adalah transisi untuk itu. Setiap guru/dosen sudah mulai menyerahkan bahan mengajarnya pada akses internet walaupun peran guru/dosen belum tergantikan. Dalam beberapa kasus semisal pendekatan pembelajaran inquiry, hari ini guru berperan sebagai operator teknologi walaupun belum total.
  3. Siswa masa depan adalah siswa yang tidak bisa hidup tanpa gadget. Hidupnya sudah dikontrol oleh gadget, sehingga inovasi pendidikan di kelas akan menyesuaikan dengan gadget yang dominan saat itu. Mungkin saat ini gadget masih terbatas penggunaannya, namun secara kasat mata peningkatan penggunaan gadget di lingkup pendidikan di dunia sangat berkembang dengan cepat dan sepuluh atau dua puluh tahun ke depan gadget akan menjadi barang paling mengontrol kehidupan siswa. Jadi, siswa akan menerima pembelajaran dengan berbasis teknologi dan tentu saja akan banyak inovasi pembelajaran yang berbasis teknologi sebagai adaptasi dari kondisi itu.
  4. Ruang kelas konvensional akan segera ditinggalkan. Bila daftar hadir hari ini dibatasi dengan tanda tangan dan cheklist di ruang kotak dengan batasan dinding rigid, maka di masa depan, kelas akan didefinisikan sebagai ruang global dimana daftar hadir online dengan kode-kode khusus semacam finger print, retina, pasword, atau barcode akan menggantikan cara konvensional. Siswa bisa belajar dimana saja asal ada koneksi internet dan guru bisa mengontrol siswa melalui sistem jaringan yang lebih canggih.
  5. Guru/dosen pun tidak lokal (terutama guru di tingkat menengah dan atas serta dosen perguruan tinggi). Di masa yang akan datang, guru/dosen bisa diangkat oleh sekolah/kampus yang hanya menjadi Event Organizer (EO) pendidikan. Sekolah/kampus akan menentukan guru/dosen yang kalibernya internasional dan sekolah/kampus memberikan jadwal tanpa kelas konvensional dimanapun tinggalnya. Siapapun bisa belajar kepada guru/dosen yang sudah terbukti kepakarannya yang disediakan sekolah/kampus, sekolah/kampus akan memberikan ijazah dengan standar yang SOP-nya berbasis teknologi. Guru/dosen yang sudah memiliki kaliber dunia akan memproduksi bahan-bahan kuliahnya melalui video yang sistematis sehingga dijual menjadi materi di setiap persekolahan. Dan di beberapa pertemuan, diskusi video bisa dilakukan dengan video conference di “kelas” dengan siswa seluruh dunia.

Demikian prediksinya. Semoga Bermanfaat!
(
Yusrin Ahmad Tosepu – linkedin.com/in/yusrin-ahmad-tosepu-59628346)