Jauhar Amal Shaleh

0
84

Lensa Jurnalistik Islami

JAUHAR AMAL SHALEH

Suf Kasman

Sungguh beruntunglah menjadi orang shaleh. Sebab, jutaan umat Islam mendoakannya setiap kali menunaikan shalat.

Assalamu ‘Alaina wa ‘ala ‘Ibadillahi Shalihin. (Semoga Allah melimpahkan sejahtera-Nya atas kami dan atas hamba-hamba-Nya yang shaleh).

Setiap harakah kebaikan dapat dihukumi kimiawi amal shaleh.

Tersenyum dan menampakkan wajah-wajah jauhar nan berseri-seri di depan saudara adalah tindakan riil amal shaleh.

Membuang duri di jalan termasuk denyut amal shaleh yang elok.

Mengucap, “Maaf, saya agak telat Mas”, merupakan ungkapan biasa-biasa saja, Namun bagian anasir amal shaleh.

Makanya, jangan pernah meremehkan hal-hal kecil, khususnya amalan shaleh.

Bisa jadi menjadi asbab voucer masuk surga.

Apapun algoritma amal shaleh (kebaikan) yang diberikan kepada sesama manusia, akan menjadi musa’adah pada hari penghakiman kelak.

Pendeknya, siapa yang mau meraih kebahagiaan dunia & akhirat, lakukanlah amal shaleh.

Orang yg beramal shaleh jaminannya surga.

“…Maka Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh adalah di dalam Surga yang penuh kenikmatan”. (Qs.al-Hajj:56)

Pertanyaan

Sudah berapa lama Anda beramal shaleh?

20an tahun?

40 tahun?

50 tahun?

amal shaleh yang kita raih selama puluhan tahun ini, belum ada

JAMINAN 100% diterima Allah.

Kok bisa!

Soalnya, hingga saat ini belum ada orang menerima pengumuman dari langit “Wahai fulan bin fulan, bergembiralah amal shalehmu sudah diterima Sang Pencipta langit.” Belum ada!

Kecuali Nabi SAW mendapat garansi indah ini;

Beliau telah mendapat inventori dan asuransi ampunan atas dosanya yang telah lalu dan akan datang (sekiranya ada) (QS. Al-Fath: 2).

Beliau pun yang didaulat membuka pintu-pintu surga. Inilah yang disebut garansi dan wa’ad.

Khalifah Umar bin Khattab usai ditikam oleh Abu Lu’lu’ah (dikenal dengan Fairuz).

Menjelang wafatnya, Khalifah Umar menangis sejadi-jadinya.

Isterinya pun heran, mengapa tuan menangis?

Khalifah Umar menjawab: “Apakah semua amal shalehku diterima Allah?”

Padahal Khalifah Umar termasuk kategori dijanjikan Nabi SAW menduduki Istana Surga.

‘Ala Kulli Hal,

Sebenarnya yang menentukan orang masuk surga, bukan BANYAKNYA perolehan amal shaleh, tapi terletak BERATNYA amal shaleh.

Tidak sedikit dalil mengurai prihal beratnya amal ini.

Jika amalan itu hanya seberat biji sawipun, pasti Kami akan datangkan pahalanya…(QS. Al-Anbiya’: 47)

Maka adapun orang yang berat timbangannya (amal kebaikan)nya, (QS. Al-Qari’ah: 6). Pasti lulus jalur undangan masuk Jannatul Firdaus.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzatrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan amal shaleh)nya. (QS. az-Zalzalah Ayat 7).

Nabi SAW bersabda,

Tidak sesuatu yang lebih berat ketika diletakkan di Mizan, melebihi amal shaleh (akhlak yang mulia).

𝟎𝟒 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐝𝐡𝐚𝐧 𝟏𝟒𝟒𝟓 𝐇

ddi abrad 1