Amanah Anre Gurutta Mangkoso Bagi Para Wisudawan

0
31

MUTIARA HIKMAH

ANRE GURUTTA MANGKOSO

by Muh. Aydi Syam

                       بِسْمِ اللّٰهِ الرٌَحْمٰنِ الرٌَحِيْمِ

AMANAH ANRE GURUTTA MANGKSO DALAM RAMAH TAMAH WISUDAWAN-WISUDAWATI IAI DDI MANGKOSO ANGK XXXV 2026 M/1447 H

01. Allah mengajarkan kalimat “Alhamdulillah Rabbil-‘Alamin” sebagai pernyataan rasa syukur seorang hamba kepada Tuhannya atas segala nikmat yang tak terkira banyaknya.

02. Andai kata ada hamba ingin mencari kata yang paling tepat untuk mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhannya, maka pasti dia tidak akan mampu mendapatkannya.

Itulah sehingga Allah Swt. langsung mengajarkan kalimat, “Alhamdulillah Rabbil-‘Alamin.” Itulah kalimat yang paling tepat.

03. Ananda sekalian selaku alumni, kembangkanlah DDI di mana saja engkau berada! Bila tidak ada DDI di tempat engkau berdomisili, maka dirikanlah DDI di situ!

04. Seorang alumni dari Bulu Kumba [Ustz Nasrullah, S.Ag., Lc.] yang patut diayunkan jempol karena patut diteladani.

Dia datang ke Mangkoso mendaftar selaku santri pada Madrasah I’dadiyah [tingkatan khusus di Pontren DDI Mangkoso sebagai fase persiapan selama 1 tahun sebelum masuk pada tingkatan M.Ts atau MA] tatkala usianya sudah 30 tahun.

Panitia penerimaan santri baru ketika itu mengira dia mendaftarkan anaknya, namun ternyata dia yang mendaftar.

Setelah 9 tahun belajar di Mangkso, dari Madrasah I’dadiyah 1 tahun, Madrasah Aliyah 3 tahun, STAI 5 tahun. Dia lanjutkan lagi ke Cairo pada Al-Azhar University selama lebih kurang 10 tahun untuk mendapatkan gelar Lc (Licentiate).

Setelah kembali dari Cairo, dia mendirikan madrasah DDI di tempat domisilinya. Betapa uletnya menuntut ilmu dan betapa kuatnya jiwa DDI yang melekat pada dirinya. Macam inilah yang patut kalian teladani.

05. Ada beberapa alumni DDI, mengaku anak dari DDI. Namun, giliran mendirikan madrasah atau pesantren, dia tidak mencantumkan nama DDI. Anak macam ini tidak setia kepada ibunya.

06. Sedekah yang paling baik adalah sedekah untuk menuntut ilmu, mengeluarkan biaya untuk keperluan ilmu. Diriwayatkan dalam hadis:

. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ “(رواه مسلم: ٢٦٩٩).

Artinya:

Dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda,“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan kepadanya jalan menuju surga” (HR Muslim: 2699).

07. Anre Gurutta berpesan, “Tanamkan ketulusan, landasi segalanya dengan keikhlasan karena itulah kunci keberkahan!

08. Anre Gurutta sering ditanya, “Berapa gajinya pembina pesantren? Kami menjawab, “Kita tidak mengistilahkan gaji. Kita hanya memberi nafkah.

Nafkah yang diberikan kepada mereka, andai dihitung dengan perhitungan matematika, maka mereka semua sudah selesai dibacakan talqin.

Namun karena Kuasa Allah, mereka semua sekeluarga tetap bisa bertahan hidup dan pada sehat-sehat.” Itulah berkah dan berkah itu datang dari keikhlasan.

09. Kita punya mimpi besar. Mimpi besar kita adalah ingin menjadikan Pondok Pesantren DDI Mangkoso ini selaku pondok pesantren yang terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Modal untuk itu sudah ada.

10. Ma’had Aly DDI Mangkoso telah mendapatkan akreditasi unggul (mumtaz) dari MM (Majelis Masyayikh) yang akan diserahkan sertifikatnya nanti pada saat acara Penamatan Santri dan Wisuda Sarjana Ma’had Aly Pontren DDI Mangkoso.

Satu-satunya Ma’had Aly yang mendapatkan akreditasi dari Al-Azhar University Cairo di antara 92 penyelenggara resmi Ma’had Aly di seluruh Indonesia.

Demikian juga IAI DDI Mangkoso yang baru saja diasesmen. Hasil akreditasinya juga sudah keluar dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

11. Anre Gurutta sejak kembali dari Cairo pada tahun 1985 M sudah punya mimpi besar untuk menjadikan Pondok Pesantren DDI Mangkoso selaku serambi Cairo.

Bukankah capaian kita saat sekarang ini adalah bagian dari wujud mimpi besar itu yang Allah Swt. tunjukkan kepada kita semua?

12. Orang yang tidak punya mimpi besar, tidak akan punya semangat yang besar untuk berbuat. Olehnya itu, kita harus punya mimpi’ besar supaya punya semangat yang besar untuk berkembang menjadi besar. Kalau itu tidak tercapai dalam hidup kita, maka generasi kita ke depan yang akan melanjutkan, insya Allah.

13. Akhirnya Anre Gurutta kembali berpesan, “Jadilah kalian teladan di manapun kalian berada!”

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ ۝

وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد

Mangkoso, 24 Dzulqa’dah 1447 H

12 Mei 2026 M

ddi abrad 1