Iman Kepada Kitab Allah Sebagai Kompas Hidup

0
13

PENA ANRE GURUTTA KETUA UMUM PB DDI [50]
Prof. Dr. AG.H.Andi Syamsul Bahri A.Galigo, Lc., M.A.
Editor : Muh. Aydi Syam

بِسْمِ اللّٰهِ الرٌَحْمٰنِ الرٌَحِيْمِ

IMAN KEPADA KITAB ALLAH SEBAGAI KOMPAS HIDUP DI ABAD MODERN

A. Pendahuluan

Iman kepada kitab-kitab Allah merupakan rukun iman ketiga dalam Islam. Keyakinan ini bukan sekadar pengakuan di lisan. Mengimani kitab Allah berarti memercayai bahwa pencipta alam semesta telah menurunkan panduan hidup yang nyata kepada para rasul-Nya.

Di tengah dunia modern yang penuh dengan ketidakpastian dan pergeseran moral, kitab-kitab Allah hadir sebagai kompas abadi yang menuntun manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Kewajiban beriman kepada kitab-kitab Allah ini ditegaskan langsung oleh Allah Swt. dalam QS al-Nisa/4: 136. Berikut terjemahnya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya.

Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”

B. Pembahasan

1. Jejak Wahyu dalam Sejarah Manusia

Sepanjang sejarah, Allah Swt. menurunkan wahyu untuk menjawab kebutuhan umat pada zamannya masing-masing. Ada empat kitab utama yang wajib diyakini oleh setiap muslim:

a. Kitab Taurat:
Diturunkan kepada Nabi Musa AS sebagai pedoman bagi kaum Bani Israil. Kitab ini berisi hukum-hukum syariat dan keyakinan yang benar.

b. Kitab Zabur:
Diturunkan kepada Nabi Daud AS. Kitab ini sebagian besar berisi kumpulan do’a, zikir, nasihat, dan hikmah, tanpa membawa syariat baru.

c. Kitab Injil:
Diturunkan kepada Nabi Isa AS sebagai pembenaran atas kitab sebelumnya sekaligus membawa ajaran kasih sayang dan kelonggaran atas beberapa hukum Taurat.

d. Kitab Al-Qur’an:
Diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai kitab suci terakhir. Al-Qur’an ditujukan untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman.

2. Eksistensi Kitab-Kitab Terdahulu

Allah Swt. berfirman dalam QS Ali Imran/3: 3-4, berikut terjemahnya:

“Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelum (al-Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia …”

3. Al-Qur’an sebagai Penyempurna dan Penjaga

Berbeda dengan kitab-kitab terdahulu yang masa berlakunya terbatas untuk umat tertentu, al-Qur’an datang sebagai Muhaimin (pemelihara dan penyempurna).

Al-Qur’an merangkum inti sari ajaran tauhid dari kitab-kitab sebelumnya dan mengoreksi perubahan-perubahan yang terjadi akibat campur tangan manusia seiring berjalannya waktu. Keistimewaan utama al-Qur’an terletak pada jaminan keasliannya.

Allah Swt. berjanji akan menjaga kesucian dan keaslian teks al-Qur’an hingga hari kiamat melalui firman-Nya dalam QS al-Hijr/15: 9, berikut terjemahnya:

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya.”

4. Cara Mengimani Kitab Allah dalam Keseharian

Mengimani kitab Allah sebelum al-Qur’an cukup dilakukan dengan memercayai keberadaannya secara tekstual pada masa lalu. Namun, untuk al-Qur’an, wujud iman tersebut harus dibuktikan lewat tindakan nyata.

Rasulullah Saw. menegaskan pentingnya berpegang teguh pada al-Qur’an dan Sunnah agar umat manusia tidak tersesat, sebagaimana sabda beliau dalam salah satu hadis, berikut artinya:

“Aku tinggalkan dua perkara yang jika kalian berpegang teguh pada keduanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya” (HR Malik).

Untuk mengamalkan hadis di atas, berikut langkah nyata dalam keseharian:

a. Membaca dan Menghafalnya: Menjadikan tilawah al-Qur’an sebagai rutinitas harian untuk menenangkan jiwa.

b. Memahami Maknanya: Mempelajari tafsir dan tadabur ayat agar mengetahui pesan yang ingin disampaikan oleh Allah.

c. Mengamalkan Hukumnya: Menjadikan aturan halal-haram di dalam al-Qur’an sebagai standar utama dalam bertindak, berbisnis, dan berinteraksi.

d. Membela dan Mendakwahkannya: Menyebarkan nilai-nilai kebaikan al-Qur’an kepada orang lain dengan cara yang bijak.

C. Kesimpulan

1. Kitab Allah adalah tali penghubung antara makhluk dan penciptanya.

2. Berdasarkan dalil al-Qur’an dan petunjuk Sunnah, maka menjadikan kitab suci sebagai pedoman utama adalah syarat mutlak mutiara iman.

3. Dengan demikian, manusia tidak akan kehilangan arah di tengah derasnya arus zaman dan mampu meraih kebahagiaan yang hakiki.[]

وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد

Mangkoso, 21 Jum. Ula 1448 H/02 Nov. 2026 M

ddi abrad 1