MAI BARUGA DAN PERISTIWA GALUNG LOMBOK

0
180

Keadaan murid angkatan pertama dan para murid yang masih hidup

MAI Baruga di awal berdirinya memiliki jumlah murid angkatan pertama mencapai 137 orang, setahun kemudian kembali menerima 159 orang, sehingga keseluruhannya berjumlah 296 orang yang terdiri dari anak-anak, remaja, pemuda dan orang tua yang berdomisili di Baruga dan daerah sekitarnya.

Menurut pengakuan H. Zainuddin Muhammad, bahwa murid MAI Baruga angkatan pertama yang masih hidup sampai sekarang adalah Andonggurutta KH. Ahmad Ma’ruf, H. Zainuddin Muhammad, Hj. Sulaehah Imran, dan Abdullah (Wewerang Plores)14.

Pernyataan ini diluruskan oleh Andonggurutta KH. Ahmad Ma’ruf (seorang murid yang diklaim sebagai murid angkatan pertama di atas). Beliau menuturkan bahwa dirinya adalah murid angkatan kedua MAI Baruga.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa sebenarnya yang termasuk dalam kelompok murid angkatan pertama MAI Baruga adalah:

Shiddiq (Pua Rasnah)

Salama’ (Pua Sakir)

Abdullah Nuh (Anak dari Imam Segeri)

Zainuddin Nuh (Anak dari Imam Segeri)

Abdul Rahim (Mantan Imam Segeri yang kedua)

Muhammad (Mantan Imam Segeri yang ketiga)

Abdullah (Pua Rajang)

Umar Gani (Imam Simullu)

Sanamba (Kakak Umar Gani)

Hamidi,

dll.

Peristiwa Galung Lombok

Enam bulan lamanya proses kegiatan belajar-mengajar di MAI Baruga berjalan dengan lancar, hingga terjadinya peristiwa korban 40.000 jiwa di seluruh wilayah Sulawesi Selatan, salah satu kekejaman yang dilakukan oleh Belanda di bawah komando Westerling yang sangat meremukkan hati rakyat Sulawesi.

Di tanah Mandar peristiwa tersebut dikenal dengan istilah pembantaian Galung Lombok pada tahun 1947.

Dalam peristiwa ini, para tokoh pencetus berdirinya MAI Baruga, di antaranya; Andonggurutta Muhammad Nuh (Imam Segeri), Andonggurutta KH. Ma’ruf dan Abdul Waris beserta kedua guru yang ditugaskan oleh Andonggurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle gugur sebagai syuhada dan kusuma bangsa bersama rakyat Mandar lainnya dalam peristiwa yang sangat sadis dan biadab tersebut.

Disadur dari web DDI Baruga

ddi abrad 1