PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1445 H

0
119

Anre Gurutta Mangkoso

by

Muh. Aydi Syam

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۝١

PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1445 H

(Masjid Jami’ Adda’wah Mangkoso)

01) Isra’ Mi’raj adalah peristiwa spektakuler yang hanya terjadi pada diri Nabi Muhammad Saw.

02) Di antara hikmahnya adalah “Isra’ Mi’raj” merupakan simbol perjalanan manusia di dalam hidupnya bahwa dalam kehidupan ini selalu ada dua interaksi, yakni kepada sesama makhluk (hubungan horizontal) dengan interaksi kepada Sang Pencipta (hubungan vertikal).

03) Hubungan horizontal itulah simbol “isra’ ” dan hubungan vertikal itulah simbol “mi’raj”.

04) Sebelum beliau melakukan “isra’ “, beliau dicuci lebih dahulu lalu diisi dengan 6 komponen, yaitu:

* iman,

* islam,

* yaqin,

* ilmu,

* adab, dan

* hikmah.

05) Adanya Rasulullah Saw. dicuci sebelum ber-isra’ mi’raj merupakan alamat bahwa siapa saja yang ingin melakukan perjalanan untuk mendapatkan keselamatan, maka harus didahului dengan kesucian lahir-batin ditambah 6 komponen di atas.

06) Di mana kira-kira 6 komponen ini bisa didapatkan?

Sulit menemukannya di luar pondok pesantren. Itulah sehingga pondok pesantren adalah alternatif terbaik untuk wadah pendidikan bagi generasi kita untuk mempersiapkan manusia-manusia yang suci lahir-batin serta berbekal dengan 6 komponen di atas.

07) Shalat itu ada 2 kutubnya, yaitu kutub isra’ dan kutub mi’raj.

08) Di antara 5 rukun Islam, kenapa hanya shalat yang dianugerahkan kepada Nabi Saw.?

Itu pertanda bahwa betapa mulianya ini shalat di antara ibadah-ibadah yang lain.

09) Kunci keselamatan dalam hidup ini adalah shalat. Shalat itu nomornya adalah 44342. Maksudnya adalah 4 rakaat Dzuhur, 4 rakaat Ashar, 3 rakaat Maghrib, 4 rakaat Isya, dan 2 rakaat Subuh.

10) Bila salah satu nomornya salah, maka shalatnya tidak akan sampai dan tidak akan diterima. Shalat itu mesti utuh dilaksanakan sepanjang hayat sesuai tuntunannya dan sesuai tuntutannya.

11) Seorang yang shalat, bila berjalan menuju ke masjid, maka itulah isra’-nya. Bila dia memulai shalatnya, maka itulah mi’rajnya.

12) Ketika orang yang shalat itu mengangkat kedua tangannya untuk bertakbir, maka dunia beserta isinya disorong ke belakang, hamba yang shalat ini sementara mempersiapkan diri untuk komunikasi intens dengan Tuhannya.

13) Ketika seorang hamba menunaikan shalat, maka ada 3 komponen yang ikut serta dalam shalatnya, yaitu:

– hati dengan zikir-zikirnya _(qalbiyah),_

– lisan dengan bacaan-bacaannya _(qauliyah),_ dan

– seluruh anggota tubuh dengan gerakan-gerakannya _(fi’liyah)._

14) AG Haji Daeng, seorang ulama yang terpendam sehingga tidak banyak dikenal oleh orang. Suatu hari diantarkan kepadanya kepiting yang bertelur oleh seseorang.

Beliau bertanya sebelum menerima kepiting itu, “apakah engkau mendirikan shalatmu?” Jawab orang itu, “belum rutin Puang.”

Kata AG, “kembalilah engkau memperbaiki shalatmu! Nanti setelah shalatmu baik baru kami terima pemberianmu. “Subehanallah …”

15) Prinsipnya adalah Orang yang tidak shalat berarti mengkhianati Tuhannya. Kalau saja Tuhannya berani dikhianati, bagaimana lagi kalau hanya sesamanya.

16) Dalam konteks memilih pemimpin, maka perhatikanlah shalatnya!

Jangan menjatuhkan pilihan kepada orang yang tidak beres shalatnya karena itu sangat berpotensi untuk khianat dan tidak amanat!

Oleh karena shalat adalah simbol segala kebaikan sekaligus sumber segala kebaikan.

17) Shalat seseorang itu dikatakan baik bila terpenuhi syarat dan rukunnya secara fiqh serta makna shalat itu bisa terimplementasi dalam hidupnya secara real.

وَمَا تَوْفِيقِي إِلا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ ۝

وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد

Mangkoso, 01 Sya’ban 1445 H

11 Februari 2024 M