MAI Baruga menjadi DDI Baruga

0
122

Perubahan nama dari MAI ke DDI dan keadaannya pasca peristiwa Galung Lombok

Setelah wafatnya kedua utusan dari Mangkoso dalam peristiwa pembantaian Galung Lombok, MAI Baruga mengalami kevakuman hingga kembalinya Andonggurutta KH. Abdul Rahim bersama Andonggurutta KH. Abdul Hafidz (Guru Papi), Andonggurutta KH, Abdul Hafidz Imran dan guru-guru lainnya yang selamat dari peristiwa pembantaian tersebut.

Merekalah yang kemudian kembali melanjutkan dan mengembangkan MAI Baruga.

Perubahan Nama dari MAI Baruga ke DDI Baruga

Perbedaan pendapat antara Andonggurutta KH. As’ad dan Andonggurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle dalam menanggapi wacana pendirian cabang MAI di berbagai daerah, sebagaimana yang telah diungkap sebelumnya, ternyata tidak menghalangi keinginan Andonggurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle untuk merespon wacana tersebut.

Beliau dapat memahami alasan gurunya, namun beliau tetap berpendapat bahwa kehadiran madrasah untuk tingkat tertentu dapat saja dilakukan.

Atas inisiatif Andonggurutta KH. M. Daud Ismail (Qadhi Soppeng), Andonggurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle dari Mangkoso dan Andonggurutta Syekh Abdul Rahman Firdaus dari Pare-Pare bersama Andonggurutta KH. Muh. Abduh Pabbajah dari Allakkuang serta ulama lainnya, dibentuklah suatu kepanitiaan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. yang juga merangkap sebagai panitia pelaksana musyawarah alim ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah se-Sulawesi Selatan di Watan Soppeng.

Akhirnya pada tanggal 7 Februari 1947 M. bertepatan dengan tanggal 16 Rabi’ul Awal 1366 H. kegiatan tersebut pun dapat terlaksana dengan sukses.

Salah satu keputusan penting dari musyawarah tersebut adalah perlunya mendirikan suatu organisasi Islam yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan usaha-usaha sosial untuk membina pribadi muslim dan membangun jiwa patriotisme rakyat Sulawesi Selatan.

Sebagai realisasi dari keputusan musyawarah tersebut, maka lahirlah organisasi Islam dengan nama Darud Da’wah Wal Irsyad yang berada di bawah kepemimpinan Andonggurutta KH. Ambo Dalle.

Berdirinya organisasi ini ternyata ikut mempengaruhi cabang-cabang MAI, termasuk MAI yang ada di Majene yang berpusat di Baruga juga ikut berubah dan berafiliasi ke DDI dan tercatat sebagai cabang ke V.