Manfaat Membaca

0
62

Muhammad Ali

Selain Al-Qur’an, saya selesai membaca kembali Hebrew Bible dan Christian Bible dalam beberapa minggu ini, karena mengajar Introduction to Comparative Scripture kwartal ini dengan 200 mahasiswa yang semangat belajar berbagai kitab suci dan agama-agama dari perspektif yang berimbang dan tanpa bias keagamaan, selain mata kuliah Reading the Qur’an.

Hidup saya terasa lebih mudah dan lancar, antara lain karena membaca. Ketika ada masalah, baik pada diri sendiri, keluarga, teman, atau orang lain, saya berusaha memahami masalah itu, sebab-sebabnya, kalo bisa akar-akarnya, siapa saja yang terkait, langsung maupun tidak langsung, bisa saya temukan jawabannya dari akumulasi hasil bacaan.

Hidup saya terasa lebih terbuka, karena saya tidak membatasi bacaan saya, yang sebelumnya sering dianggap tidak boleh, dilarang, dan ternyata larangan itu punya maksud-maksud tertentu yang bisa dimaklumi sesuai konteks dan keadaan orang-orang itu, tapi tidak selalu tepat bagi semua orang. Saya tidak membatasi bacaan saya.

Hidup saya terasa lebih tasamuh, toleran terhadap perbedaan, karena membaca. Tidak pernah sejauh yang saya ingat, secara sengaja mengecam atau apalagi membenci orang lain karena dia berbeda keyakinan atau pendapat, apapun keyakinan atau pendapat itu karena saya membaca latar belakang mengapa orang itu berpendapat demikian.

Hidup saya terasa lebih bahagia karena membaca. Banyak masalah, krisis, dan berbagai hal yang terjadi dalam diri manusia dan di sekitar, pernah terjadi berulang-ulang di masa lalu, bahkan belum terlalu lama. Bacaan saya membawa saya ke pada masalah yang mirip yang terjadi pada masa lalu, dan masa lalu memberikan pelajaran bagaimana menyikapinya.

Saya pun bahagia karena, selain ayah saya yang tidak berpendidikan formal sama sekali tapi rajin membaca dan belajar, ibu saya yang kini berusia 73 tahun masih membaca dan menulis bacaannya, ibu saya menjadi bukti nyata bahwa membaca membuatnya juga bahagia.

Alhamdulillah.

Dikutip oleh Dr. Salahuddin Sopu.

ddi abrad 1