Manfaat Waktu Sebaik-baiknya

0
44

Lensa Jurnalistik Islami

Suf Kasman

Waktu menjadi salah satu hal fundamental. Bahkan dapat diungkapkan waktu adalah uang.

Namun adakalanya manusia lupa akan harakah waktu, dan malah kebanyakan hanya membuang-buang waktu yang diberikan oleh-Nya.

Ada apa dengan waktu?

Waktu merupakan salah satu aspek paling berharga dan substansial dalam kehidupan, sebab waktu tidak bisa diputar balik.

Manuver waktu, kadang terasa lambat edarannya bagi yang sedang menanti, kendati waktu tidak mungkin telat bersirkulasi.

Waktu, kadang-kala terasa cepat peralihannya bagi yang gamang, tetapi waktu tidak mungkin melaju.

Dengan waktu, adakalanya terlalu lama dirasakan bagi orang yang sedang berpuasa.

Dan waktu, terlalu pendek dinikmati orang yang sedang berbulan madu.

Eksistensi waktu bukanlah momok, melainkan teman yang bisa membantu tuk mencapai impian.

Pendeknya, sumber daya terbaik manusia adalah waktu. Makanya, gunakanlah waktu sebaik-baiknya.

Di ujung waktu yang tak terjangkau. Dalam hitungan detik, hidup akan terhapus tanpa sepengetahuan manusia.

Ajal datang begitu cepat tanpa disangka. Tidak ada yang tahu, tak ada yang mampu menebak atributnya.

Hal ini yang dialami salah seorang pemuda di Damaskus yang hendak beravonturir ke sebuah negeri yang jauh.

𝐌𝐢𝐬𝐭𝐞𝐫𝐢 𝐖𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚

Aku menukil dari Surat Kabar al-Qashim, sebuah koran yang terbit di Arab Saudi, mengulas bahwa seorang pemuda di Damaskus telah bersiap-siap untuk melakukan rihlah. Lalu pemuda tsb memberi tahu ibunya bahwa waktu take off pesawat adalah jam sekian.

Ibunya diminta untuk membangunkan dari waktu istirahatnya jika telah dekat waktu keberangkatannya.

Pemuda itu pun tidur. Sementara si ibu mengikuti berita cuaca ekstrem dari radio perihal angin bertiup sangat kencang bahkan disertai angin gasing raksasa ‘tornado’ menerjang pemukiman warga Damaskus.

Sang ibu tentu merasa sayang terhadap anak semata wayangnya. Karenanya, Sang ibu tidak membangunkan anaknya dengan harapan menunda keberangkatannya mengelana pada hari itu, lantaran cuaca sangat buruk.

Sang ibu takut dan cemas akan terjadi peristiwa yang tidak diinginkan kepada putranya.

Ketika Sang ibu sudah yakin bahwa waktu perjalanan telah lewat, dan pesawat telah tinggal landas, Sang ibu membangunkan anaknya.

Ternyata, anak semata wayangnya telah meninggal di tempat tidurnya.

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Al-Jumu’ah: 8)

Saudaraku,

Siapa pun yang lari dari kematian akan menemukan waktu kematiannya itu sendiri.

Sebab, waktu adalah suatu isyarat. Ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja, sesuai kehendak Sang Pencipta waktu.

𝟏𝟓 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐝𝐡𝐚𝐧 𝟏𝟒𝟒𝟓 𝐇