Ketika Malaikat Juga Berselisih Pendapat

0
23

MUTIARA HIKMAH

ANRE GURUTTA MANGKOSO

by Muh. Aydi Syam

KETIKA MALAIKAT JUGA BERSELISIH PENDAPAT

01. Dalam riwayat yang sahih dikisahkan terjadinya perselisihan pendapat antara 2 malaikat, yakni malaikat rahmat dan malaikat azab mengenai nasib seorang hamba yang baru bertaubat lalu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa sebelum sempat beramal. Berikut kutipan hadisnya:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:

كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ، فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ، فَأَتَاهُ فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: لَا، فَقَتَلَهُ، فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ، فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ، فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ؟ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا، فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ، فَاعْبُدِ اللَّهَ مَعَهُمْ، وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ، فَإِنَّهَا أَرْضُ سُوءٍ. فَانْطَلَقَ، حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقِ أَتَاهُ الْمَوْتُ، فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ، فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ: جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ، وَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ: إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ. فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ، فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ، فَقَالَ: قِيسُوا مَا بَيْنَ الْأَرْضَيْنِ، فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ. فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ، فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ” (متفق عليه/رواه البخاري: ٣٤٧٠ ومسلم: ٢٧٦٦).

Artinya:

Dari Abu Sa‘id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi Saw. bersabda,“Dahulu pada umat sebelum kalian ada seorang lelaki yang telah membunuh 99 jiwa. Ia bertanya tentang orang yang paling alim di bumi, lalu ditunjukkan kepada seorang ahli ibadah (rahib).

Ia mendatanginya dan berkata: ‘Aku telah membunuh 99 jiwa, apakah masih ada taubat bagiku?’ Ia menjawab, ‘Tidak.’ Maka ia pun membunuhnya, sehingga cukup 100 jiwa yang dibunuhnya.

Kemudian ia kembali bertanya tentang orang yang paling alim, lalu ditunjukkan kepadanya seorang alim. Ia berkata: ‘Aku telah membunuh 100 jiwa, apakah masih ada taubat bagiku?’

Ia menjawab, ‘Ya, siapa yang dapat menghalangi antara dia dengan taubat? Pergilah ke negeri yang begini (digambarkan negerinya) karena di sana ada orang-orang yang beribadah kepada Allah, maka beribadahlah bersama mereka dan jangan kembali ke negerimu karena itu negeri yang buruk,’ maka ia pun berangkat.

Ketika sampai di pertengahan jalan, ia meninggal dunia. Maka malaikat rahmat dan malaikat azab berselisih tentang dia. Malaikat rahmat berkata, ‘Ia datang dalam keadaan bertaubat dan menghadapkan hatinya kepada Allah.’

Malaikat azab berkata, ‘Ia belum pernah melakukan kebaikan sama sekali.’ Lalu datanglah seorang malaikat dalam rupa manusia untuk menjadi penengah.

Ia berkata, ‘Ukur jarak antara dua negeri itu. Ke negeri mana ia lebih dekat, maka ia termasuk penduduk negeri itu.’

Maka mereka mengukurnya dan mendapatinya lebih dekat ke negeri yang ditujunya, sehingga malaikat rahmatlah yang mencabut ruhnya” (Muttafaq ‘alaih/HR al-Bukhary: 3470 & Muslim: 2766).

02. Kalau saja malaikat yang lebih dekat pada sumber kebenaran masih dapat berselisih pendapat, maka bagaimana lagi dengan manusia biasa yang relatif lebih jauh dari sumber kebenaran dari pada malaikat.

03. Dengan demikian, maka pintu perselisihan pendapat pada perkara cabang dalam agama ini tidak dapat ditutup karena sudah menjadi sesuatu yang fitrah dan naluri bagi setiap makhluk yang berpikir.

04. Bagi yang menutup pintu perbedaan pendapat dalam perkara agama yang bersifat cabang (furu’), maka itu berarti menutup sesuatu yang mustahil dapat tertutup.

05. Inilah fenomena yang terkesan dipaksakan oleh sebagian kelompok karena minus toleransi (qillah al-tasamuh) sehingga memunculkan konflik internal di kalangan umat yang tak kunjung selesai.[]

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ ۝

وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد

Mangkoso, 18 Dzulqa’dah 1447 H

05 Mei 2026 M

ddi abrad 1