AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَ رْضَ ذَلُوْلًا فَا مْشُوْا فِيْ مَنَا كِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِ لَيْهِ النُّشُوْرُ
“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 15)
Allah memudahkan bumi bagi manusia untuk berusaha mencari rezeki, namun tetap harus diingat bahwa semua berasal dari-Nya dan manusia akan kembali kepada-Nya. Pentingnya ikhtiar, tawakal, dan menjaga kehalalan rezeki.
Perintah untuk safar, dagang, menuntut ilmu, hijrah, eksplorasi. Islam bukan agama anti kerja. Nabi & sahabat pedagang internasional.
Hasan Al-Bashri berkata: “Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu hidup selamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan kamu mati besok.”
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri…” (HR. Bukhari no. 2072)
Wallahu a’lam.











