Prinsip Menjaga Lisan

0
23
Anre Gurutta Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri A. Galigo, Lc., MA
Pengajian Kitab bersama Anre Gurutta Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri A. Galigo, Lc., MA

AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Al Arbain fi usuliddin, menjaga lisan adalah pengendalian diri agar tidak terjerumus pada bahaya lidah.

Beliau mengumpamakan lidah seperti pedang bermata dua yang bisa mengangkat derajat seseorang ke tingkat tertinggi atau menjatuhkannya ke derajat yang paling rendah.

Prinsip Utama Menjaga Lisan

Prinsip Berkata Baik atau Diam

Mengamalkan prinsip bahwa jika suatu ucapan tidak mendatangkan kebaikan atau manfaat yang jelas, maka lebih baik diam.

Diam yang Aktif

Konsep diam bukanlah pasif tanpa kata, melainkan menahan diri dari perkataan buruk dan mengisinya hanya dengan zikir serta hal bermanfaat.

Bahaya Lisan yang Harus Dihindari

Imam Al-Ghazali berpesan untuk menjaga lisan dari delapan perkara utama:

1) Bohong (Dusta)

Baik dalam suasana serius maupun bercanda.

2) Ingkar Janji

Tidak menepati apa yang sudah diucapkan.

3) Ghibah (Gosip) dan Namimah (Adu Domba)

Membicarakan keburukan orang lain atau menyebarkan fitnah.

4) Pujian Berlebihan

Memuji seseorang secara berlebihan hingga menjurus kepada kebohongan atau ria.

5) Perdebatan kasar

Berbantah-bantahan tanpa tujuan mencari kebenaran, melainkan hanya untuk menang sendiri.

6) Bahasa Kasar / Celaan

Menggunakan kata-kata kotor, melaknat, atau menyakiti hati.

7) Bercanda Berlebihan

Terlalu sering bercanda yang bisa mengeraskan hati dan menjatuhkan wibawa.

8) Membicarakan Hal yang Diharamkan

Membuka rahasia orang lain atau membicarakan hal-hal yang dilarang agama.

Wallahu Waliyu Dakwah wal Irsyad

ddi abrad 1