AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.
Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa mengurangi porsi makan (riyadhah al-nafs) adalah kunci utama mengendalikan hawa nafsu.
Beliau membagi tahapan dan tingkatannya sebagai berikut:
Tingkatan Mengurangi Porsi Makan
Tingkat Tertinggi (Sangat Sedikit):
Makan hanya saat sangat darurat demi bertahan hidup. Porsinya sekitar beberapa suap hingga seperempat mud sehari.
Tingkat Menengah (Ideal):
Mengikuti sunah Nabi dengan mengisi perut sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara.
Tingkat Terendah (Batas Maksimal): Makan sampai merasa cukup tetapi tidak kekenyangan yang membuat tubuh menjadi berat, malas, atau mengantuk.
Metode Mengurangi Porsi (Riyadhah)
Secara Bertahap: Jangan langsung mengurangi porsi secara drastis karena tubuh bisa kaget dan jatuh sakit.
Kurangi porsi sedikit demi sedikit setiap hari.
Mengurangi Frekuensi: Melatih diri dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali, lalu perlahan menjadi satu kali sehari (seperti berpuasa).
Memilih Jenis Makanan:
Mengurangi makanan yang terlalu lezat atau mewah karena makanan tersebut cenderung memicu nafsu makan yang berlebihan.
Manfaat Spiritual Mengendalikan Makan
Hati Menjadi Lembut: Membantu meningkatkan kekhusyukan saat beribadah dan berdoa.
Menjaga Kecerdasan: Perut yang terlalu kenyang menghambat ketajaman berpikir dan pemahaman agama.
Menekan Syahwat: Lapar adalah benteng terbaik untuk melemahkan godaan setan dan hawa nafsu negatif.
Wallahu Waliyu Dakwah wal Irsyad











