AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA
ANREGURUTTA MAPPASENG
Wasiat [Pappaseng] paling penting dari Anre Gurutta (AG) Haji Abdurrahman Ambo Dalle, yang selalu dipegang teguh oleh para santri dan alumni DDI bersandar pada prinsip keikhlasan dan pengabdian [khidmat].
Pesan agung yang paling masyhur bagi segenap warga dan alumni DDI adalah:
“Hidupkan DDI, jangan mencari hidup dari DDI.”
Ungkapan ini dalam bahasa Bugis juga sering direfleksikan melalui komitmen beliau: “Anunna DDI tania anukku, tapi anukku anunna DDI” (DDI bukan milikku, tapi aku milik DDI).
Secara garis besar, pesan dan amanah Anre Gurutta ini bagi alumni DDI mencakup beberapa poin utama:
1. Prinsip Keikhlasan dan Pengabdian Tanpa Pamrih
Alumni DDI diwajibkan memiliki niat yang murni karena Allah SWT ketika bekerja, mengajar, belajar, dan mengurus umat.
Pesan untuk tidak mencari penghidupan dari organisasi DDI dan menegaskan bahwa DDI harus dijadikan wadah pengabdian dan ladang amal saleh, bukan tempat mencari materi atau keuntungan pribadi. DDI adalah wasilah mendapatkan ridha Allah.
2. Menjaga Adab dan Merawat Barakka (Keberkahan)
Bagi warga dan alumni DDI, menjaga adab dan doa kepada Anre gurutta dan merawat warisan lembaganya yaitu DDI adalah kunci utama mengalirnya keberkahan (barakah) yang membuat ilmu bermanfaat di masyarakat.
Alumni diajarkan untuk menanamkan dalam hati bahwa DDI adalah amanah kolektif yang harus dilestarikan sesuai kemampuan masing-masing.
3. Belajar Sepanjang Hayat (Long-Life Education)
Bagi Anre Gurutta, ilmu adalah cahaya yang harus terus dijaga nyalanya.
Beliau berpesan agar proses belajar tidak boleh berhenti hanya karena seseorang telah menyelesaikan pendidikan formal atau wisuda dan bekerja.
Alumni DDI dituntut untuk terus mengembangkan wawasan dan mengajarkannya selama napas masih berembus.
4. Menjadi Benteng Ahlussunnah wal Jama’ah
Alumni DDI memegang amanah untuk menjaga kelestarian ajaran Islam yang moderat.
DDI diposisikan sebagai benteng pertahanan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah serta pusat penyebaran ilmu agama yang santun, teduh, dan membawa maslahat bagi NKRI.
Berikut makna filosofis dari wasiat Anre Gurutta Haji (AGH) Abdurrahman Ambo Dalle, serta kitab-kitab warisan beliau yang menjadi rujukan utama bagi alumni Darud Da’wah wal Irsyad (DDI).
– Makna Filosofis Wasiat “Pappaseng DDI”
Wasiat utama beliau, “Hidupkan DDI, jangan mencari hidup di DDI,” bukan sekadar slogan organisatoris, melainkan sebuah manifestasi dari tasawuf amali (sufisme yang dipraktikkan dalam tindakan nyata).
Filosofi di baliknya mencakup tiga dimensi utama:
• Kemurnian Tauhid (Ikhlas Mutlak):
Anre Gurutta mengajarkan bahwa ketika seseorang berjuang di jalan dakwah dan pendidikan, fokus utamanya harus tertuju kepada Allah SWT.
Menggantungkan hidup pada institusi agama dianggap dapat mengotori kesucian niat tersebut.
• Keberkahan Melalui Pengorbanan (Tadhiyah):
Beliau meyakini prinsip metafisika Islam bahwa ketika kita mengurus “urusan Allah” (dalam hal ini membina umat melalui DDI), maka Allah yang akan menjamin urusan hidup kita.
Banyak alumni yang membuktikan bahwa meskipun mereka mengabdi tanpa gaji yang besar, kebutuhan hidup mereka selalu tercukupi dari jalan yang tidak disangka-sangka (barakka).
• Independensi Sikap:
Dengan tidak menggantungkan hidup pada materi dari organisasi, ulama dan alumni DDI memiliki kemerdekaan berfikir dan bertindak.
Mereka tidak dapat disetir oleh kepentingan politik atau materi, sehingga dakwah addariyah tetap berjalan di rel yang murni.
– Kitab-Kitab Warisan AGH. Abdurrahman Ambo Dalle
Sebagai seorang ulama Nusantara yang produktif, Anre Gurutta Ambo Dalle menulis puluhan kitab dalam berbagai disiplin ilmu agama, mulai dari tauhid, fiqih, tasawuf, tafsir, hingga sastra Arab.
Kitab-kitab ini ditulis dengan bahasa yang ringkas dan sistematis agar mudah dipahami oleh santri dan seluruh alumni DDI. Jika ingin mendapatkannya silahkan berhubungan dengan Pesantren DDI Abrad Makassar.
– Billahi Taufiq wa Da’wah wal-Irsyad









