DDI Sulsel Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

0
162
Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar
Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Makassar, DDISulsel – Indonesia lagi-lagi berduka dengan terjadinya bom bunuh diri di Astana Anyar Bandung. Peristiwa kembali mengusik ketenangan kita dalam bersosial, berbangsa dan bertanah air.

Polsek Astana Anyar di Bandung menjadi sasaran bom bunuh diri. Bom meledak saat personel sedang menggelar apel pagi.

Bom itu meledak pukul 08.25 WIB, Rabu (7/12/2022). Pelaku menerobos barisan anggota yang sedang menggelar apel. Bom yang dibawa pelaku kemudian meledak. Bom itu meledak di bagian dalam Polsek depan area pintu masuk.

Ketua Umum DDI Sulawesi Selatan Dr H Andi Aderus Banua mengungkapkan kesedihannya karena peristiwa tersebut kembali terjadi. “Kami sangat menyesalkan terjadinya Bom bunuh diri lagi karena pelakunya adalah korban doktrin keagamaan yang tidak bertanggung jawab,” sesalnya.

“Agama datang semestinya membawa kesejukan, kedamaian dan cinta kasih. Tiba-tiba ada irang atas nama agama menghilangkan rasa kedamaian tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, Pelaku bom bunuh diri sudah terjangkit virus radikalisme dan intoleransi serta cara pandang agama yang keliru. Pimpinan Pondok Pesantren DDI Pattojo mengungkapkan bahwa manusia semestinya dipandang sebagai sosok makhluk yang dimuliakan Allah swt sebagaimana disinggung dalam surah al Isra ayat 70. Tetapi pelaku bom bunuh diri telah meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan.

Ketua Umum DDI Sulsel Andi Aderus saat membawakan Hikmah Maulid
Ketua Umum DDI Sulsel Andi Aderus saat membawakan Hikmah Maulid

Al Quran sendiri telah menyebutkan bahwa barang siapa yang membunuh satu jiwa atau melakukan pengrusakan di muka bumi sesungguhnya ia seolah2 telah membunuh semua manusia.

Dalam kesempatan tersebut, A Aderus juga mengungkapkan bahwa kita mesti mendukung penuh upaya-upaya BNPT terutama bidang pencegahan untuk menyebarkan vaksin radikalisme dan intoleransi lewat pemikiran-pemikiraan keagamaan karena masalah utama bom bunuh diri dan teror terletak pada doktrin pemikiran yang mereka terima dari para murabbinya yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk seluruh Masyarakat yang ada di Sulawesi Selatan khususnya warga Addariyah, kami mengharapkan untuk selalu peka terhadap situasi yang ada di sekitarnya. Jika ada kegiatan yang atau hal yang mungkin mencurigakan sebaiknya di komunikasikan ke pemerintah,” harapnya.

Diakhir tanggapannya, Ketum Sulsel menegaskan bahwa kita mengutuk semua bentuk terorisme. Bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar Bandung adalah tindakan yang sangat disayangkan. Kita harus mengecak tindakan tersebut. (RZ)