Kebaikan Dan Keburukan Itu Berbekas

0
57

Nadirsyah Hosen

Kebaikan itu selalu berbekas dan berkesan.

Banyak kisah yang kita dengar orang yang bertutur tentang sahabat atau kenalannya yang baik, kemudian merasa ingin membalas kebaikan.

Bahkan menginspirasi penerima kebaikan untuk melakukan kebaikan serupa.

Kejahatan atau kenakalan yang buruk pun demikian. Dan juga banyak kisah korban Bullian yang menderita bahkan bunuh diri.

Betapa perbuatan baik dan tidak baik memberi kesan, dan mempengaruhi interaksi pergaulan di kemudian hari.

Bahwa kebaikan itu akan kembali kepada kita. Dan kejahatan pun akan kembali kepada kita.

Orang yang menerima kebaikan akan cenderung melakukan hal yang serupa. Yang sebaliknya juga cenderung melakukan hal yang serupa atau menghindari pergaulan dengan pelakunya.

Maka, jangan pernah lupa ketika kita berada ‘di atas’. Saat karir dan posisi kita berada pada puncaknya, berbaiklah pada sesama, terutama lingkungan kita, sahabat-sahabat kita.

Tetaplah membumi. Bahkan berkompetisi lah dalam kebaikan pada sesama. Sebab hidup ini terus berputar, ada saatnya kita selesai dan kembali ke bawah. Dan pada saat itu, merekalah yang akan menjadi kawan bergaul kita.

Dan Allah menganjurkan kita untuk memberi penghormatan yang lebih baik dari yang diberikan oleh orang lain. Atau setidaknya yang serupa atau setimpal.

‎وَإِذا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْها أَوْ رُدُّوها

Apabila kalian diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik darinya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). (An-Nisa: 86)

Dan pada saat sedang jatuh, janganlah berputus asa, teruslah berusaha untuk kembali meraih kesuksesan, dengan tetap menjaga relasi dengan langit. Karena apa yang kita raih akan kita pertanggung-jawabkan pada Allah.

Dikutip oleh Dr. Salahuddin Sopu