Sekjen PB DDI: Pelaku Bom Bunuh Diri Tolak Deradikalisasi

0
181

Jakarta, ddi.or.id – Agus Sujatno alias Agus Muslim, pelaku bom bunuh diri di halaman Polsek Astanaanyar, Bandung diketahui menolak program deradikalisasi. Hal itu diungkap Sekjend Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Dr. Suaib Tahir saat dihubungi, Rabu (7/12/2022).

“Ya Agus Muslim ini salah satu yang menolak ikut program deradikalisasi ketika menjadi narapidana di Nusa Kambangan,” ujarnya yang juga merupakan Staf Ahli Bidang Pencegahan dan Deradikalisasi BNPT.

Diketahui, Agus Muslim pernah menjadi narapidana dalam kasus bom panci di Taman Pendawa, Kelurahan Arjuna, Cicendo, Bandung, pada 2017 lalu. Agus Sujatno ditahan selama 4 tahun sejak 14 Maret 2017 dan bebas pada 14 Maret 2021.

Agus Sujatno alias Agus Muslim alias Abu Muslim dan Soleh Abdurrahman alias Gungun alias Abu Fursan ini merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS.

Sekjen PB DDI Dr. Suaib Tahir
Sekjen PB DDI Dr. Suaib Tahir

Menurutnya, Agus Muslim yang bebas bersyarat dipantau kegiatannya oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) selepas keluar dari penjara. “Dia ini kan bebas bersyarat, tetapi sesungguhnya hampir seluruh narapidana terorisme itu dipantau kegiatannya,” jelas Suaib

Meski demikian, selepas dari penjara mantan narapidana terorisme ini agak susah untuk ditemukan. “Mungkin mereka juga memiliki cara-cara tersendiri untuk mengelabui atau menghilangkan diri,” ucapnya.

Selain itu, tidak hanya Agus Muslim, menurutnya, ada beberapa narapidana terorisme yang menolak program deradikalisasi. “Ada beberapa yang menolak seperti Agus Muslim,” ungkap Suaib.

Selanjutnya, Suaib menekankan pentingnya program deradikalisasi ini sebelum para narapidana terorisme keluar dari penjara. Program deradikalisasi ini dilakukan untuk mereduksi cara pandang agar tidak berpikir radikal lagi.

“Kita menginginkan mereka berpikir moderat,” ujarnya. Ia juga menjelaskan aksi bunuh diri ini di luar dari pemahaman ajaran agama Islam.

“Kami selalu mengatakan sesungguhnya mereka memfitnah ajaran Islam. Karena di dalam ajaran Islam dan bukan hanya Islam, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan,” ujarnya. (RZ)