Tri pilar Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) di Sulawesi Selatan.
Tri Pilar Pesantren DDI merujuk pada tiga pondok pesantren utama yang menjadi basis gerakan, pusat pendidikan, sekaligus tonggak awal penyebaran DDI oleh sang pendiri, AGH. Abdurrahman Ambo Dalle.
Ketiga lembaga pesantren yang menjadi pilar utama tersebut adalah:
1. DDI Mangkoso
Peran: Sebagai pusat awal (hulu) gerakan DDI.
Di sinilah cikal bakal DDI bermula dari Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) Mangkoso yang didirikan pada tahun 1938.
Mangkoso bertindak sebagai pusat spiritual dan intelektual utama yang melahirkan ide pembentukan organisasi DDI pada tahun 1947.
2. DDI Kota Parepare
Peran: Sebagai pilar gerakan pendidikan dan dakwah yang memperluas jangkauan DDI ke seluruh Nusantara.
Perpindahan AGH. Ambo Dalle ke Parepare untuk memenuhi tugas dakwah dan pemerintahan (Kadhi) membuat Parepare berkembang pesat mendampingi Mangkoso dalam memproduksi guru-guru agama, mubaligh, dan kader-kader intelektual baru.
3. DDI Kaballangan
Peran: Sebagai pilar pengembangan dan benteng pertahanan ajaran DDI.
Pesantren di Kaballangan didirikan sebagai wujud ekspansi pendidikan Islam di wilayah utara yang memperkokoh basis massa, serta menjadi salah satu pusat kaderisasi santri terbesar di bawah bimbingan langsung AGH. Ambo Dalle pada masa perkembangannya.
– Perbandingan Karakteristik Tri Pilar DDI
Secara historis, pembagian peran ketiganya membentuk ekosistem pendidikan yang kokoh:
Nama Pesantren Lokasi Peran Utama
– DDI Mangkoso
Pusat kelahiran, basis kurikulum kitab kuning, dan simbol identitas DDI.
– DDI Parepare
Pusat manajemen pergerakan tokoh, perluasan dakwah perkotaan, dan pencetakan guru.
– DDI Kaballangan
Basis massa santri yang kuat, pusat pengembangan wilayah utara, dan benteng kaderisasi.
Ketiga pesantren ini tidak dipandang sebagai lembaga yang terpisah, melainkan kesatuan utuh yang menopang eksistensi Pengurus Besar Darud Da’wah wal Irsyad (PB-DDI) hingga saat ini.
Berasas kepada tri pilar inilah pesantren DDI berkembang menyeliputi seluruh Nusantara dan memberi warna pendidikan dan da’wah DDI dimerata tempat.
Di era digital ini DDI telah mampu bersikap tegas dan lugas secara santun mendepani berbagai permasalahan dunia termasuk isu isu semasa di Indonesia.
– Billahi Taufiq wa Da’wah wal-Irsyad
Ketua Umum PB DDI
AGH Syamsul Bahri A Galigo














