Video: Ust. Muammar Bakry, Ada Tiga Tipologi Muslim Indonesia

0
150

Makassar, ddi.or.id – Di Indonesia ada tipologi muslim yang terbagi ke dalam tiga kelompok. Ust Muammar Bakry menjelaskan ketiganya Tipologi Muslim di Indonesia ada tiga.

Dialog ini mengusung tema “Pencegahan Paham Radikal Terorisme” yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Sulawesi Selatan, dan juga dihadiri oleh utusan Pengurus Daerah, STAI, IMDI, IP DDI serta Pondok Pesantren.

Paham radikalisme di Indonesia sudah bak virus, sehingga BNPT menggelar dialog radikalisme teroris, di mana dialog ini mengundang Imam besar masjid Almarkaz Makassar Prof Dr Ust. Muammar Bakry, Lc MA ini sebagai salah satu narasumber dalam dialog tersebut.

Ust Muammar Bakry menjelaskan ketiganya dengan istilah Tipologi Muslim di Indonesia, ada tiga di antaranya yang pertama adalah Nationalist-Oriented Artinya mereka ini adalah orang-orang yang berorientasi secara nasionalis sehingga Pancasila menurut mereka tidak bertentangan dengan agama Islam serta dalam bermasyarakat harus memperhatikan norma dan adat yang berlaku, yang kedua adalah Nationalist Religious Oriented di mana tipikal orang-orang seperti ini bersifat nasionalis beragama maksudnya adalah Islam agama yang cinta damai dan juga mendukung Perda syariah yang diterapkan di Indonesia”.

“Selanjutnya sambung Imam besar masjid Almarkaz ini yang ketiga adalah tipikal orang-orang yang Religious Oriented di mana orang-orang seperti ini hanya berorientasi keagamaan saja sehingga bagi mereka kekerasan itu diperlukan dalam menegakkan Amar ma’ruf nahi mungkar serta pemimpin Kelurahan hingga presiden itu harus dari kalangan muslim dan Mereka cenderung setuju dengan konsep Khilafah” tutur Ust Muammar Bakry yang juga Sekretaris Umum DDI Sulsel.

Ust Muammar Bakry pun menjelaskan keterkaitan antara pemahaman tentang radikalis terorisme dengan Darud Da’wah wal Irsyad di mana pengertianny yakni ajakan, petunjuk sehingga pendiri DDI Gurutta Ambo Dalle ini aktif berdakwah melalui buku, sedangkan Gurutta Abduh Pabbaja aktif berdakwah melalui rekaman, sedangkan Gurutta Ali Yafie aktif berdakwah lewat tulisan-tulisan.

 

Mereka bertiga ini adalah para Mujahid di mana bertawasul atas nama mereka itu adalah sebuah sunnah Sebab mereka adalah orang-orang yang dekat kepada Allah, beda halnya dengan orang-orang yang baru Paham radikal di mana mereka tidak mau mengenal yang namanya bertawasul dan Hal inilah yang menyebabkan pemikiran-pemikiran mereka sangat kaku dan hanya Imam mereka lah yang paling benar.

 

 

Hal senada pun dilanjutkan oleh Ust Muammar Bakry dalam penjelasannya mengenai tipologi muslim di Indonesia yaitu sebanyak 39.43% yang berpaham nationalist oriented, sedangkan 42.47% nya berpaham nationalist religious dan yang terakhir ungkapnya 18.10% berpaham religious oriented.

Dialog ini pun dihadiri oleh Kasubdit Kontra Propaganda Kolonel Pas Drs Jatmiko yang sebelumnya memberikan sambutannya, hadir pula Ketua Majlis Istisyar PB DDI H Alwi Nawawi, beberapa Ketua PB DDI dan Pengurusnya, Karo UIN Alauddin Makassar Dr Kaswad Sartono, Kasi PAIS Kemenag Makassar Dr Shaifullah Rusmin, Kasi PD Pontren Kemenag Makassar Hasdan Pinang, dan para peserta dialog.

Lebih lengkapnya dapat dilihat di video dibawah ini