Sertifikasi Da’i Dan Da’iyah DDI

0
25

Sertifikasi Da’i Dan Da’iyah DDI

Oleh: *Suf Kasman*

Matahari pagi menghampar di ufuk Makassar saat rombongan peserta Sertifikasi Da’i dan Daiyyah DDI berjejak di Hotel & Convention UIN Alauddin.

Wajah-wajah datang membawa niat pengabdian, sekaligus rindu silaturahmi sesama pejuang dakwah dalam rumah besar DDI.

Sertifikasi ini bukan sekadar temu rutin. Ia menjadi ruang verifikasi kompetensi, peneguhan tanggung jawab, serta ikhtiar merawat marwah dakwah di tengah zaman yang kian menuntut kejelasan dan akuntabilitas.

Zaman terus bergulir. Setiap khidmah, keahlian, dan peran sosial kini berpijak pada pengakuan sah. Lisensi menjadi tanda kehadiran negara dan lembaga, bukan untuk membatasi, melainkan memastikan keselamatan dan ketertiban bersama.

Seorang pengendara boleh menguasai medan dan mesin, bahkan melompat dengan kendaraan canggih. Namun tanpa Surat Izin Mengemudi, keahlian kehilangan legitimasi. Hukum dan norma hadir sebagai pagar keselamatan, bukan jeruji pembatas kebebasan.

Logika serupa berlaku dalam ruang dakwah dan pelayanan publik. Motivator yang menggerakkan massa, penjual obat di pasar tradisional yang menjanjikan kesembuhan, hingga juru dakwah yang menyampaikan pesan agama, memerlukan legitimasi kompetensi.

Tanpanya, usaha berubah rapuh, rawan salah arah, serta tak menjamin kebenaran dan keamanan umat.

Dalam dunia dakwah, ketiadaan pengakuan resmi kerap melahirkan tafsir serampangan. Pemahaman agama disebar tanpa pijakan keilmuan, memicu gesekan, bahkan konflik sosial yang merapuhkan harmoni masyarakat.

Penguasaan ilmu tanpa legitimasi lembaga terpercaya pun kehilangan bobot esensial. Pilihan gelap berupa sertifikat palsu justru menelanjangi runtuhnya kejujuran—padahal integritas menjadi napas ajaran Islam.

Lisensi dan pengakuan resmi bukan formalitas administratif. Ia menjadi saksi tanggung jawab moral, kepatuhan pada kaidah, serta keselarasan antara ilmu, amal, dan nilai.

Kegiatan sertifikasi pada Sabtu, 31 Januari 2026, berlangsung khidmat dan bernakna. Acara inti menghadirkan pembinaan ideologi Pancasila bertema Moderasi Beragama dalam Kerangka Pancasila.

Narasumber utama, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, mengurai relasi agama dan negara dengan suara jernih, menembus nalar dan menyentuh lapisan batin.

Sertifikasi ini tak berhenti pada uji hafalan dan retorika dakwah. Ia memastikan para da’i menjiwai nilai moderasi, menghidupkannya dalam laku sosial, serta menempatkan dakwah sebagai perekat kebangsaan.

Makassar, 31 Januari 2026

ddi abrad 1