AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.
Bisnis itu mulia
Kadang ada orang yang merasa minder ketika memulai usaha kecil.
Baru jualan online sudah takut dicibir.
Baru buka lapak sederhana sudah malu dilihat teman.
Padahal dalam sejarah Islam, berdagang justru menjadi jalan kemuliaan.
Nabi Muhammad ﷺ adalah seorang pedagang.
Sebelum diangkat menjadi Rasul, beliau dikenal sebagai pebisnis yang jujur, amanah, dan terpercaya hingga mendapat gelar Al-Amin.
Bahkan Sayyidah Khadijah r.a., wanita mulia yang menjadi istri Rasulullah ﷺ, juga seorang pengusaha sukses.
Ayah, paman-paman Nabi, hingga banyak sahabat besar Rasulullah pun hidup dari perdagangan.
Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. adalah pedagang.
Utsman bin Affan r.a. adalah pengusaha kaya yang hartanya banyak dipakai membantu umat.
Abdurrahman bin Auf r.a., salah satu dari 10 sahabat yang dijamin surga, adalah pedagang sukses yang dermawan.
Mereka tidak menjadikan bisnis hanya untuk mencari uang, tetapi sebagai jalan ibadah dan kebermanfaatan.
📖 Allah berfirman:
“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Jumu’ah: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa bekerja, berniaga, dan mencari rezeki adalah bagian dari kehidupan seorang mukmin.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada.”
(HR. Tirmidzi)
Betapa mulianya profesi pedagang jika dijalankan dengan kejujuran dan amanah.
Maka sungguh aneh jika hari ini ada orang yang malu berdagang, tetapi bangga bermalas-malasan.
Malu berjualan kecil-kecilan, tetapi tidak malu bergantung pada orang lain.
Padahal bisnis adalah salah satu jalan besar untuk menebar manfaat.
Melalui usaha:
kita bisa membuka lapangan pekerjaan,
membantu kebutuhan masyarakat,
menggerakkan ekonomi umat,
dan menghadirkan solusi bagi banyak orang.
Bahkan sejarah masuknya Islam ke Indonesia pun banyak dibawa oleh para pedagang Muslim yang santun akhlaknya.
Wali Songo dikenal berdakwah dengan perdagangan, keteladanan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, juga dikenal memiliki jiwa kewirausahaan.
Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, lahir dari lingkungan kemandirian dan perjuangan ekonomi umat.
Karena itu, menjadi pengusaha bukan sekadar soal kaya.
Tetapi tentang keberanian untuk mandiri dan memberi manfaat lebih luas.
Tokoh dunia pun banyak menegaskan pentingnya keberanian memulai usaha.
Jack Ma pernah berkata:
“Hari ini sulit, besok lebih sulit, tetapi lusa akan indah.”
Sementara Henry Ford mengatakan:
“Bisnis yang tidak menghasilkan apa-apa selain uang adalah bisnis yang buruk.”
Artinya, bisnis terbaik bukan hanya tentang keuntungan pribadi, tetapi tentang manfaat yang dirasakan banyak orang.
Maka jangan malu berdagang.
Jangan rendah diri karena baru mulai usaha kecil.
Bisa jadi langkah kecil itu kelak menjadi jalan besar keberkahan hidup.
Karena sejatinya, kemuliaan bukan terletak pada seberapa mewah pekerjaan kita di mata manusia, tetapi seberapa halal rezeki yang kita perjuangkan dan seberapa besar manfaat yang kita berikan.
🌿 Berdagang dengan jujur adalah ibadah.
🌿 Bekerja keras adalah kehormatan.
🌿 Menjadi pengusaha yang amanah adalah jalan dakwah.
Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita dalam mencari rezeki halal, melapangkan usaha-usaha yang sedang dirintis, dan menjadikan pekerjaan kita sebagai jalan manfaat bagi umat.
Aamiin ya rabbal Alamin












