Memelihara Ukhuwah Addariyah

0
16

Memelihara Ukhuwah Addariyah merupakan komitmen moral dan organisatoris yang sangat mendasar.

Bagi warga Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) dapat diibaratkan sebagai “wajib ‘aini” (kewajiban individu) untuk menjaga keutuhan jamaah dan kelancaran dakwah.

Istilah “Warga Addariyah” merujuk pada para kader, santri, alumni, dan simpatisan keluarga besar DDI.

Dalam konteks jam’iyah DDI, memelihara persaudaraan ini menjadi mutlak karena beberapa alasan krusial:

1) Fondasi Trilogi Ukhuwah:

Ukhuwah Addariyah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi jembatan untuk mengokohkan tiga pilar persaudaraan yang lebih luas, yaitu

Ukhuwah Imaniyah (sesama Muslim),

Ukhuwah Wathaniyah (sesama bangsa), dan

Ukhuwah Insaniyah (sesama manusia).

2) Menjaga Marwah Pendiri:

Merupakan wujud penghormatan dan kelanjutan perjuangan para ulama pendiri DDI (seperti AGH. Abdurrahman Ambo Dalle) dalam menyebarkan pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan yang sejuk dan moderat.

3) Kekuatan Konsolidasi Internal:

Sebagai wadah lintas generasi, kekuatan DDI terletak pada soliditas warganya.

Tanpa ukhuwah yang kuat, potensi besar organisasi akan mudah terpecah oleh ego kelompok atau kepentingan sesaat.

Dengan menjadikan ukhuwah ini sebagai kesadaran personal (wajib ‘aini), setiap warga DDI memiliki tanggung jawab aktif untuk saling merangkul, saling memaafkan, dan bersinergi demi kemajuan DDI dan umat Islam.

Billahi Taufiq wa Da’wah

Ketua Umum PB DDI

 

AGH Syamsul Bahri A Galigo

ddi abrad 1