DDI dan Anre Gurutta Andi Syamsul Bahri

0
254

DDI

Pendirian: DDI didirikan pada 1938 di Mangkoso, Barru, Sulawesi Selatan.

Pendiri utama: AGH. Abdu Rahman Ambo Dalle.

Latar belakang:

Pada masa itu, umat Islam di Sulawesi menghadapi tantangan penjajahan dan perkembangan pemikiran modern. Para ulama berinisiatif mendirikan lembaga yang bisa mendidik, membina, dan memperkuat dakwah Islam demi kelestarian umat Islam di Nusantara.

Visi:

Menjadi lembaga pendidikan dan dakwah yang berlandaskan pada ajaran Islam menurut panduan manhaj Ahlusunnah wal Jamaah, menekankan pentingnya akhlak, ilmu, dan perjuangan umat.

Peran:

– Membangun banyak pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi.

– Aktif dalam pendidikan Islam, dakwah, sosial, dan kaderisasi ulama.

– Ikut berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Saat ini: DDI berkembang dengan ribuan lembaga pendidikan mulai dari TK, madrasah, sekolah, pesantren, hingga perguruan tinggi ( universitas, institut dan sekolah tinggi).

Ketua Umum PB DDI:

Prof. Dr. AGH. Andi Syamsul Bahri Galigo, Lc, MA kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) DDI untuk masa khidmat 2022–2027, melalui Muktamar ke-22 yang digelar pada 22 Februari 2022 di UIN Samarinda, Kalimantan Timur

Sebelumnya, beliau juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum periode 2016–2020, setelah wafatnya ketua sebelumnya, pada awal 2016 .

Dengan demikian, sejak tahun 2016 hingga sekarang (Oktober,2025), Andi Syamsul Bahri Galigo memang menjabat sebagai Ketua Umum PB DDI.

Identitas: Lahir pada: 4 Mei 1955, Siwa, Wajo – Sulawesi Selatan.

Organisasi: Ketua Umum Darud Da’wah wal Irsyad (DDI).

Bidang Keahlian: Aqidah, Tasawuf, Dakwah, Pemikiran Islam.

Pendidikan

Sarjanamuda (BA) UI DDI Parepare (1978)

S1 (Lc.) Universitas Al-Azhar, Kairo (1982)

S2 (M.A.) Universitas Kairo, Mesir (1987)

S3 (Ph.D) UK Malaysia – Bangi (1998)

Karier Akademik

– Pesantren DDI Pare: Guru & Kepala Madrasah (1975–1979)

– Dosen Senior Universiti Kebangsaan Malaysia (1992–1999)

Profesor Madya, Timbalan Dekan USIM Malaysia (2000–2011),

– Guru Besar KUPU Seri Begawan, Brunei Darussalam (2012–2020),

– Dekan Pascasarjana Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan, Brunei

– Direktur Pengkajian Kefahaman Ahlu Sunnah Wal-Jama’ah, KUPU SB.

– Ketua Editor Jurnal Internasional Ahlu Sunnah Wal-Jama’ah, KUPU SB.

Pemikiran beliau menekankan pentingnya spiritualitas dalam kehidupan modern, serta perlunya menjaga warisan keilmuan Islam klasik (turas Islami) sambil tetap terbuka terhadap pembaruan (tajdid).

Kiprah beliau melintasi batas negara, menjalin kerja sama akademik dan dakwah dengan berbagai institusi di Malaysia, Brunei, dan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Beliau sering diundang sebagai pembicara dalam konferensi internasional, seminar, dan forum keilmuan yang membahas isu-isu kontemporer dalam Islam.

Dalam memimpin DDI, Prof. Syamsul Bahri mengusung semangat “bukan superman, tapi super tiem,” menekankan pentingnya kolaborasi, ukhuwah addariyyah (persaudaraan dalam satu rumah besar), dan penguatan kelembagaan berbasis nilai.

Gaya kepemimpinannya dikenal inklusif, visioner, dan berakar kuat pada tradisi pesantren.

ddi abrad 1