DDI Kehilangan Seorang Putra Terbaiknya

0
716

Makassar – ddi.or.id. Kabar wafatnya Prof. Hamka Haq, beredar luas di medsos. Wafat di RS. Siloam Jakarta, Kamis 7 Desember 2023 dan dimakamkan di kompleks pemakaman UIN Alauddin, Samata, Macanda Gowa, Jumat, 8 Desember 2023.

Wafat dalam usia 71 tahun. Almarhum adalah guru besar emiritus UIN Alauddin Makassar dan jajaran pengurus besar Darud Dakwah Wal Irsyad. Beliau penggagas usulan Pahlawan Nasional untuk almukarram anre gurutta Abdul Rahman Ambo Dalle (Pendiri DDI).

Ketua IADI Soppeng (Ikatan Alumni DDI Mangkoso) Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.H.I turut berduka cita dan mendoakan almarhum. Beberapa hal yang dikenang oleh Ust. Andi Akmal tentang almarhum Prof Hamka Haq, (PHH) yang lahir di Barru, tahun 1952, di antaranya:

Pertama kali kenal dengan beliau PHH, tahun 1986 (usia 10 thn, masih SD). Kala itu, diadakan Porseni Depag se-Sulawesi Selatan, di Watan Soppeng.

Almarhum PHH, sebagai bagian Kafilah kontingen dari Kantor Depag Kab. Majene, dan ditempatkan di rumah orang tua saya di Watan Soppeng. Beliau saat itu sebagai Kasubag TU Kantor Depag Kab. Majene, kata Kajur HTN Siyasah Syar’iyyah Fakultas Syariah Hukum UIN Alauddin Makassar ini.

Bahkan menurut ibu saya, Dra. Hj. A. Sitti Nawar Usman, (Purna Bakti Guru MAN 1 Soppeng), bahwa almarhum PHH, pernah juga bertugas sebagai guru di MAN 1 Soppeng, tahun 1979-1981.

Almarhum PHH, juga adalah mitra kerja dari tante saya, Hj. A.Sitti Nawir Usman, S.Pd I (Almh), di kantor Depag Kab. Barru, saat PHH sebagai Kasi Urais, tahun 1982-1984.

“Beliau PHH mengajar saya 3 Semester di pascasarjana S2 UIN Alauddin. Membawakan mata kuliahnya Ushul Fiqh, Pendekatan dalam Pengkajian Islam (Hukum Islam) dan Sejarah Sosial Hukum Islam. Saat itu, PHH sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Makasaar”, kata Andi Akmal.

“Saat semester 3 di PPS IAIN Alauddin, awal 2002, saya lulus tes dan mengikuti PKU (Pendidikan Kader Ulama) MUI Sulawesi Selatan. Beliau mengajar kembali, mata kuliah Ushul Fiqh dan menanda tangani ijazah PKU angkatan kesepuluh tersebut, Desember 2002. Beliau sebagai Sekretaris MUI Sul Sel, mendampingi Almarhum AGH. Sanusi Baco, Lc”, Andi Akmal menambahkan.

Beliau juga sebagai anggota dewan pakar pengurus besar DDI Darud Dakwah wal Irsyad periode 2022-2027, sampai akhir hayatnya. Organisasi, tempat saya menuntut ilmu selama 12 tahun di Pondok Pesantren DDI Mangkoso Kabupaten Barru.

Beliau aktif dalam kegiatan DDI, sampai beliau hijrah ke Jakarta sebagai Politisi dan Anggota DPR RI tahun 2004, sampai wafatnya. Saat di Jakarta, PHH mendirikan Ormas Islam, Organisasi Baitul Muslimin Indoneisia (Bamusi). Terakhir, almarhum PHH, sebagai unsur ketua PDIP bidang keagamaan.

Dari pembacaan saya, Almarhum menyelesaikan pendidikan dasar Madrasah Ibtidaiyyah DDI di Barru, Muallimin dan PGA di Barru, S1 di IAIN Alauddin Makassar, S2 dan S3 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tamat tahun 1990.

Selama 17 Tahun berkarir di jajaran kantor wilayah kementerian agama Sulawesi Selatan, sebagai guru, kasi urais, kasubag TU dan staf ahli kanwil (1976-1993). Selama 11 tahun berkarier sebagai dosen di IAIN Alauddin Makassar, sebagai wakil dekan, dekan dan wakil rektor (1993-2004). Selama 19 Tahun, sebagai politisi dan ketua ormas Bamusi (Baitul Muslimin Indonesia) di Jakarta, sampai akhir hayatnya. Masih banyak jabatan yang diemban oleh Prof Hamka Haq, baik di Sul-sel maupun di Jakarta, selama hidupnya.

Selamat jalan Gurunda, DDI berduka mendalam atas kepergianmu, amal baktimu menjadi amal jariyah dan doa kami muridmu dan warga DDI (Addaariyiin) senantiasa menyertaimu.

*Catatan ditulis oleh Dr. H. A. Muh. Akmal, S.Ag, MHI, Kepala Program Studi Ilmu Hukum Tata Negara UIN Alauddin Makassar.