Media Sosial Sebagai Sarana Dakwah

0
14
Anre Gurutta Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri A. Galigo, Lc., MA
Pengajian Kitab bersama Anre Gurutta Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri A. Galigo, Lc., MA

AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.

5. Menjaga Privasi Diri dan Orang Lain

Salah satu bentuk etika digital yang sering diabaikan adalah menjaga privasi. Banyak orang dengan mudah membagikan aktivitas pribadinya, lokasi terkini, atau bahkan urusan keluarga di media sosial.

Padahal, terlalu banyak membuka hal pribadi bisa menimbulkan risiko, mulai dari pencurian data hingga penilaian buruk dari orang lain.

Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan dan privasi seseorang.

Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkan dia disakiti.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menjaga privasi juga berarti tidak menyebarkan foto, video, atau cerita orang lain tanpa izin.

Etika sederhana seperti meminta izin sebelum mengunggah foto bersama atau menyebut nama seseorang sudah menjadi bentuk penghormatan terhadap hak privasi.

6. Menggunakan Media Sosial sebagai Sarana Dakwah dan Kebaikan

Media sosial bisa menjadi ladang pahala bila digunakan untuk hal-hal positif. Banyak cara sederhana untuk berdakwah di dunia maya seperti membagikan kutipan motivasi Islami, cerita inspiratif, atau konten edukatif tentang zakat, sedekah, dan amal.

Namun, berdakwah di media sosial bukan berarti memaksakan pendapat atau merasa paling benar.

Dakwah yang baik dilakukan dengan bahasa yang santun, menyentuh hati, dan tidak menyinggung pihak lain.

Allah SWT berfirman:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik”

(QS. An-Nahl: 125)

Artinya, kita bisa berdakwah lewat konten ringan yang bermanfaat seperti tulisan, video pendek, atau infografis selama pesan yang disampaikan membawa nilai kebaikan.

7. Bijak Menggunakan Waktu di Media Sosial

Selain menjaga sikap dan ucapan, seorang muslim juga harus bijak mengatur waktu dalam menggunakan media sosial.

Banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menelusuri timeline, padahal tidak semua konten membawa manfaat.

Waktu adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan.

Dalam QS. Al-‘Asr, Allah menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

ddi abrad 1