Selamat Jalan Ramadhan

0
137

 

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

مع السلامة يا رمضان

إلى اللقاء يا أم المؤمنين

Mengapa Ramadhan dijuluki Ibu kandungnya orang-orang beriman? Bagaimana tidak, bayi dikandung dalam rahim ibunya selama 9 bulan. Begitu masuk bulan ke-10, maka sang bayi itu sudah dilahirkan oleh Ibunya.

Ramadhan adalah bulan ke-09 dalam urutan bulan-bulan Islam (Qamariyah). Rupanya orang-orang beriman sudah berada dalam rahimnya Ramadhan sejak bulan Muharram (bulan ke-01). Pada saat Ramadhan tiba, maka mereka sudah berusia 9 bulan dalam kandungan. Begitu datang bulan Syawal, maka usia mereka sudah masuk bulan ke-10. Itulah sebabnya orang-orang beriman pada menangis tatkala memasuki 01 Syawal karena mereka semua pada dilahirkan secara serentak sebagaimana lazimnya bayi tatkala lahir, maka dia menangis.

Takbiran ramai dilantunkan secara serempak di mana-mana karena pada hari itu, orang-orang beriman juga pada lahir secara serempak di mana-mana. Bayi tatkala dilahirkan, maka dilantunkan takbir di telinga kanannya saat diadzankan, dan dilantunkan pula takbir di telinga kirinya saat diiqamatkan. Demikianlah halnya sehingga setiap tanggal 01 Syawal ramai dikumandangkan takbir karena ini dimaknai sebagai hari lahirnya orang-orang beriman. QS al-Hujurat: 10 sejak dulu menginformasikan:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Terjemahnya:

Sungguh orang-orang beriman itu pada bersaudara.

Dengan demikian, dijumpai suatu hakikat bahwa orang-orang beriman itu betul-betul bersaudara karena dikandung dan dilahirkan oleh ibu yang sama, yaitu bulan Ramadhan. Bahkan bukan hanya sekedar saudara kandung biasa melainkan mereka saudara kandung kembar semua karena dilahirkan oleh Ibu yang sama bersamaan pada hari yang sama. Subehanallah …”

Mengapa orang-orang beriman tidak bisa menahan isak tangis bahkan sampai menangis histeris pada 01 Syawal?

Ramadhan selaku ibu kandung yang baru saja melahirkannya tiba-tiba dipanggil oleh Tuhannya di kala itu juga, maka tinggallah sang bayi-bayi ini menangis kehilangan ibu. Mereka belum sempat merasakan nikmatnya air susu seorang ibu, belum sempat merasakan buaian dan belaian kasih sayang seorang ibu tiba-tiba takdir berkata lain. Begitu cepat dipisahkan oleh Yang Kuasa. Lihatlah anak ayam yang baru menetas dari sebutir telur yang tiba-tiba tak melihat sang induk sebagai pelindungnya, maka apa yang terjadi pada anak ayam itu? Allahu Akbar Walillahil-Hamd …”

Namun, orang-orang beriman tidak persis sama dengan anak ayam yang kehilangan induk. Oleh karena orang-orang beriman pasti yakin bahwa Ramadhan boleh saja meninggalkan kita. Akan tetapi Tuhannya Ramadhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Orang-orang beriman terus sadar bahwa bolehlah kita kehilangan seorang ibu yang amat dicinta. Namun kita tidak akan pernah kehilangan Tuhan yang kepada-Nya kita meminta. Jika engkau cinta pada ibu kandungmu, maka engkau sejatinya lebih cinta lagi kepada Tuhanmu. Ibu kandungmu boleh saja engkau berpisah, tapi Tuhanmu tidak akan pernah engkau bisa berpisah. “Allahu Akbar Walillahil-Hamd.”

Wahai orang-orang beriman, kenalilah bahwa Ramadhan itu adalah ibu kandung kalian yang datang setiap tahun melahirkan kalian sehingga setiap 01 Syawal, kalian laksana bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. Surat amalnya bersih dari catatan noda dan dosa karena dilaundry oleh ampunan Allah pada bulan Ramadhan. Tidak heran kalau Nabi Saw. bersabda:

من صامَهُ وقامَهُ إيمانًا واحتسابًا خرجَ من ذنوبِهِ كيومِ ولدتْهُ أمُّهُ

Artinya:

“Barang siapa yang puasa pada bulan Ramadhan, menunaikan qiyamul-lail (tarwih) pada malamnya, maka dia akan keluar dari dosa-dosanya laksana bayi yang lahir dari rahim ibunya” (HR Ibnu Majah).

Bahkan boleh juga dimaknai bahwa Ramadhan melahirkan orang-orang beriman sebanyak 29 atau 30 kali setiap kali datang. Buktinya, orang-orang beriman setiap kali buka puasa, mereka dianjurkan untuk cicipi kurma lebih dahulu. Bukankah bayi yang baru lahir itu juga diminta untuk pertama kali makan sebaiknya dengan kurma saat di-tahnik? Itulah indikator bahwa setiap hari mereka dilahirkan oleh Ramadhan selama sebulan kebersamaannya. Setiap usai buka puasa, maka mereka kembali lagi bagai bayi yang baru lahir, baru belajar memulai makan dengan kurma. Subehanallah …”

Wahai orang-orang beriman, “ketahuilah secara filosofis bahwa 01 Syawal itu adalah hari lahir kalian. Secara teologis, bahwa sesama orang-orang beriman adalah saudara kandung kembar kalian, serta bulan Ramadhan itu adalah ibu kandung kalian.”

Kalau saja ibu kandung biologis hanya sekali mengandung dan melahirkan kalian seumur hidup lalu kalian merasa amat dekat kepadanya seolah-olah tanpa batas. Kira-kira bagaimana lagi seharusnya dengan bulan suci Ramadhan yang datang setiap tahun berkali-kali melahirkan kalian sehingga kalian berkali-kali bersih dan dibersihkan. Kenapa engkau masih belum sadar juga?

Tahukah engkau, kenapa Nabi Saw. rutin i’tikaf Asyrul-Awakhir (10 akhir Ramadhan)? Beliau amat tahu kalau bulan Ramadhan yang dimaknai Sang Ibunya orang-orang beriman ini sebntar lagi akan dilepas kepergiannya sehingga kebersamaan dengannya siang dan malam mesti dimaksimalkan, dunia beserta segala urusannya mesti dipinggirkan. “Allahu Akbar Walillahil-Hamd.”

Hari ini 01 Syawal 1444 H, kembali tiba saatnya Sang Ibu Kandung dilepas kepergiannya dengan lantunan takbir bergemah seraya mengucapkan “Selamat Jalan Wahai Ibu Kandungnya Orang-Orang Beriman!” Semoga usia panjang tahun depan, kesempatan masih bisa kembali berulang.

Kami selaku orang-orang beriman amat merindukanmu wahai Ramadhan, masih ingin berada dalam kandunganmu, dan masih ingin lahir dari rahimmu yang ke sekian kalinya sehingga senantiasa suci sesuci-sucinya laksana bayi yang baru lahir dalam keadaan fitrah. Datang dalam keadaan fitrah, kembali pun semoga tetap dalam keadaan fitrah berkat bulan suci Ramadhan, insya Allah. آمين

Catatan

Keterangan yang menyebutkan bahwa, “Lahirnya orang-orang beriman pada tanggal 01 Syawal ditandai dengan lantunan takbir ‘Idul-Fitri karena tatkala bayi dilahirkan dilantunkan takbir di telinga kanan dan kirinya saat diadzankan dan diiqamatkan,” ini dikutip dari penjelasan Alm. Al-Maghfuru lahu Dr.AG.H. Sanusi Baco, Lc. Kemudian dikembangkan analisisnya oleh penulis sehingga terbentuk serangkaian analisis sederhana seperti coretan cilik di atas.

Bila ada yang sesuai, maka itulah yang dimaksudkan oleh penjelasan Anre Gurutta. Namun, bila ada yang tidak sesuai, maka itu datangnya dari penulis semata yang masih faqir dalam hal ilmu.

Semoga Allah Swt. mengampuni kekhilafan hamba-Nya, meluruskan kesalahannya, menuntun pemikirannya, serta menambahkan ilmunya. Kebenaran mutlak hanya datang dari sisi-Nya.

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

وبالله التوفيق والدعوة والارشاد