AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰٓـفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَ ۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُ ۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍۢ بَصِيْرٌ
“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka?
Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 19)
Menanamkan keyakinan bahwa Allah yang mengatur segala sesuatu, baik urusan besar maupun kecil – semuanya dalam kekuasaan-Nya.
Manusia sering merasa hebat, padahal bahkan terbang saja tidak mampu tanpa alat sementara burung pun tetap bergantung pada Allah.
Sebagaimana Allah menahan langit dan bumi, Dia juga yang menahan burung tetap di udara.
Secara ilmiah burung terbang karena sayap dan udara, tetapi hakikatnya semua itu berjalan karena kehendak Allah.
Tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya, termasuk gerakan kecil burung di langit.
Seperti burung, manusia harus berusaha namun tetap bergantung penuh kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak tidur dan tidak layak bagi-Nya tidur… Dia menahan langit dan bumi agar tidak lenyap…” (HR. Muslim no. 179)
Wallahu a’lam.













