Barakka’na Gurutta

0
28

AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.

“Barakka’na Gurutta”

Ia bukan sekadar slogan, melainkan sebuah prinsip spiritual, pegangan hidup, dan identitas yang sangat melekat bagi warga Darud Da’wah wal Irsyad (DDI).

Bagi kalangan santri, alumni, dan simpatisan DDI, ungkapan ini mencerminkan keyakinan mendalam akan keberkahan ilmu, doa, dan perjuangan dari para ulama pendiri mereka, terutama Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle rahimahullah.

Berikut adalah makna mulia dan nilai-nilai yang terkandung di balik slogan “Barakka’na Gurutta” bagi warga DDI:

-Makna Spiritual & Nilai Perjuangan

• Keberkahan yang Berkelanjutan (Barakka):

Kata barakka (berkah) diartikan sebagai kebaikan yang terus bertambah, bermanfaat, dan membawa kebahagiaan dunia-akhirat.

Warga DDI meyakini bahwa mengabdi dan menghidupkan organisasi ini adalah jalan menjemput berkah dari para guru.

• Wasilah Menuntut Ilmu dan Beramal:

DDI dijadikan sebagai wadah untuk belajar, mengabdi kepada umat, dan tempat mengumpulkan amal saleh demi kelestarian benteng Ahlussunnah wal Jama’ah dan kebahagiaan dunia akhirat.

• Prinsip Keikhlasan dan Pengabdian:

Slogan ini bersandar pada pesan legendaris Gurutta:

“Hidupkan DDI, jangan mencari hidup dari DDI.”

Ini menekankan pentingnya berjuang tanpa pamrih.

• Rasa Syukur dan Kehormatan:

Menjadi bagian dari keluarga besar DDI dipandang sebagai sebuah kemuliaan dan kebanggaan, karena mengalir doa-doa mustajab dari para manusia pilihan (Gurutta).

– Tiga Pilar Karakter Santri DDI

Untuk menjaga agar “Barakka’na Gurutta” tetap mengalir, setiap warga DDI diajarkan untuk selalu meneladani tiga modal utama dari Anregurutta Ambo Dalle:

– Pilar Karakter Implementasi dalam Kehidupan Warga DDI

1- Keikhlasan

Niat yang murni hanya karena Allah SWT dalam mengajar, belajar, dan mengurus umat.

2- Pengorbanan

Rela meluangkan waktu, tenaga, pikiran, hingga harta untuk kemajuan madrasah dan pesantren.

3- Pengabdian

Berkhidmat secara tulus demi agama dan organisasi tanpa mengharapkan imbalan materiil.

Slogan ini menjadi energi penggerak yang membuat lembaga-lembaga pendidikan DDI tetap eksis, berkembang, dan mencetak mahasantri yang tersebar luas memberikan manfaat di berbagai belahan dunia.

Ungkapan “Barakkana DDI tidak pernah putus”

Ia merupakan sebuah keyakinan spiritual dan kultural yang sangat kuat di kalangan santri, alumni, serta warga organisasi Islam Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI).

Konsep keberkahan yang terus mengalir ini berakar dari warisan perjuangan para ulama pendirinya, terutama sang maestro spritual, AGH Abdurrahman Ambo Dalle.

Bagi komunitas DDI, barakka (berkah) bukan sekadar epifenomena kebudayaan Bugis/Makassar, melainkan sebuah identitas kolektif dan energi organisasi yang bersumber dari ketulusan dan keikhlasan dalam berdakwah serta mengajar.

Ada beberapa dimensi mengapa berkah DDI dipercaya tidak pernah putus:

• Investasi Amal Jariyah Ulama:

Perjuangan para Anre Gurutta terdahulu dalam mendirikan madrasah dan pondok pesantren (seperti di Mangkoso dan Parepare) merupakan fondasi ilmu bermanfaat yang pahalanya terus mengalir tiada henti.

• Keberkahan Institusional (Barakka):

Pengalaman spiritual para alumni menunjukkan bahwa mengabdi atau sekadar terhubung secara batin dengan DDI sering kali membawa kemudahan rezeki, ketenangan hidup, serta keselamatan.

• Gerakan Filantropi Berkelanjutan:

Semangat berbagi ini terus dirawat secara modern melalui lembaga seperti LAWAZIS DDI dengan semboyan gerakan sosial mereka: “Zakatmu, Wakafmu Senyum Mereka, Berkah DDI”.

– Billahi Taufiq wa Da’wah wal-Irsyad

ddi abrad 1