MUTIARA HIKMAH
ANRE GURUTTA MANGKSO
by Muh. Aydi Syam
بِِسْمِ اللّٰهِ الرٌَحْمٰنِ الرٌَحِيْمِ
TAUJIHAT ANRE GURUTTA MANGKSO SAAT PEMBUKAAN MUNAQASYAH RISALAH ILMIAHNYA MA’HAD ALY ANGK. VII T.A. 1447 H [14 Dzulhijjah 1447 H/30 Mei 2026 M di Burj Ma’had Aly, Lt. IV]
01. Jangan berhenti belajar, belajar tidak mengenal masa dan tidak mengenal batas, belajarlah sepanjang hayat!
02. Milikilah mimpi besar untuk menjadi orang besar karena orang yang sukses hanyalah orang yang memiliki mimpi besar.
03. Hanya orang yang punya mimpi yang bisa maju. Andai kata kita belum bisa mewujudkan mimpi itu, maka paling tidak kitalah yang meletakkan dulu pondasinya niscaya generasi berikut yang akan melanjutkannya.
04. Anre Gurutta konsisten menjaga hubungan baik antara ulama dan umara karena keterpaduan dua komponen ini menjadi indikator terciptanya kebaikan di tengah-tengah umat.
Keretakan kedua komponen ini menjadi indikator keretakan di tengah-tengah umat. Demikian dijelaskan dalam hadis:
* صِنْفَانِ مِنَ النَّاسِ إِذَا صَلَحَا صَلَحَ النَّاسُ، وَإِذَا فَسَدَا فَسَدَ النَّاسُ: الْعُلَمَاءُ وَالْأُمَرَاءُ. “أخرجه أبو نعيم في حلية الأولياء (4/96)، وابن عبد البر في جامع بيان العلم وفضله برقم (1108).
Artinya:
“Ada dua golongan dari manusia. Bila keduanya baik, maka manusia itu baik. Bila keduanya rusak, maka manusia itu rusak, yaitu ulama dan umara” (HR Abu Na’im dalam kitab “Hilyah al-Auliya’: 4/96 & Ibnu Abd al-Barr dalam kitab “Jami’ Bayan al-‘Ilm wa fadlih: 1108).
05. Semua orang bercita-cita untuk menjadi orang yang kaya. Kaya di dunia dan kaya di Akhirat. Kaya lahir dan kaya batin.
07. Bila kita bertanya, siapa orang terkaya di Sulawesi Selatan? Kita boleh sepakat bahwa orang yang terkaya di Sulawesi Selatan adalah Pak Jusuf Kalla (JK).
Itu kaya dunia. Bila kita lagi bertanya. Siapa di antara kita yang paling kaya nanti di Akhirat? Jawabannya adalah orang yang paling banyak andilnya di Pondok Pesantren.
08. Bagaimana tidak? Ketika anak belajar berwudhu’, maka anak dapat pahala, orang tuanya dapat pahala dan gurunya dapat pahala. Jangan lupa bahwa ada pihak ketiga yang juga dapat pahala yang tidak kurang dari pahala anak, guru dan orang tua.
Siapa dia? Tentu para dermawan yang telah berinvestasi untuk memfasilitasi terselenggaranya proses pembelajaran.
09. Pertanyaan, apakah hanya satu anak yang belajar? Apakah hanya wudhu’ yang dipelajari?
Bisa dibayangkan bila yang belajar 4000 santri setiap tahun dikali sekian puluh tahun atau ratusan tahun, mereka membaca beberapa kitab dan bahkan menamatkan sekian kitab lalu diamalkan kemudian diajarkan lagi, ilmu itu terus-menerus tak kenal putus diwarisi lalu diwariskan dari generasi ke generasi hingga akhir zaman.
Bagaimana tidak kaya raya orang yang berinvestasi di pondok pesantren? Semakin banyak andilnya, maka semakin banyak investasinya. Semakin banyak investasinya, maka semakin bertambah kekayaannya kelak di Akhirat, insya Allah.
10. Suatu saat pesantren itu boleh saja berakhir. Namun, ilmu yang pernah diajarkan di situ tidak akan bisa berakhir sepanjang masa karena diwarisi terus-menerus dari generasi ke generasi, dari masa ke masa sepanjang masa hingga akhir masa dan berkembang seperti multilevel marketing.
11. Manusia itu ada 4, yaitu: 1) Kaya di dunia, kaya di Akhirat; 2) Kaya di dunia, miskin di Akhirat; 3). Miskin di dunia, kaya di Akhirat, dan 4) Miskin di dunia, miskin di Akhirat.
12. Tentu kita semua berharap untuk menjadi golongan yang pertama. Manusia kaya di dunia dan kaya di Akhirat. Olehnya itu, jadilah orang yang sukses hidupnya di dunia dan berinvestasilah sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya untuk Akhirat.
13. Almarhum H. Amin Syam ketika menjabat Gubernur Sulawesi Selatan, suatu ketika datang berkunjung ke Mangkso dalam suatu acara pesantren.
Anre Gurutta Mangkoso menyampaikan tentang 4 golongan manusia. Seketika itu beliau tergugah hatinya untuk berinvestasi Akhirat di Pondok Pesantren DDI Mangkoso, beliau sebutkan angka Rp.50 jt., diminta lagi istrinya, istrinya pun sebut angka Rp. 25 jt.
Setelah itu, para pejabat provinsi yang menyertainya juga tergugah hatinya hingga silih berganti menyebut angka yang rata-rata Rp.5 jt. sehingga saat itu terkumpul dana lebih dari Rp.100 jt.
Demikianlah orang-orangan yang terbuka mata hatinya untuk menerawang kehidupan Akhirat sehingga cerdas untuk mempersiapkan kehidupan Akhiratnya yang jauh lebih baik, insya Allah.
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
وبالله التوفيق والدعوة والإرشاد
Mangkoso, 14 Dzulhijjah 1447 H
30 Mei 2026 M











