Berharap Rahmat Allah SWT

0
10

AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ  اَرَءَيْتُمْ  اِنْ  اَهْلَـكَنِيَ  اللّٰهُ  وَمَنْ  مَّعِيَ  اَوْ  رَحِمَنَا    ۙ فَمَنْ  يُّجِيْرُ  الْكٰفِرِ يْنَ  مِنْ  عَذَا بٍ  اَلِيْمٍ

“Katakanlah (Muhammad), Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 28)

Ini berkaitan dengan sikap orang-orang kafir yang berharap kebinasaan Nabi ﷺ dan kaum mukminin.

Namun Allah menegaskan bahwa keselamatan atau wafatnya Rasulullah ﷺ tidak akan menyelamatkan orang kafir dari azab Allah bila mereka tetap ingkar.

Orang beriman hendaknya berharap rahmat Allah dan takut terhadap azab-Nya. Dakwah Islam akan tetap berjalan karena dijaga oleh Allah.

Jangan mendoakan keburukan bagi orang lain karena semua kembali kepada ketetapan Allah. Seorang mukmin hendaknya fokus memperbaiki iman dan amal sebelum datang kematian.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.” (HR. al-Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037)

Wallahu a’lam.

ddi abrad 1