Hikmah Isra’ Mi’raj

0
139

AG. Prof. Dr. H. Muh. Faried Wadjedy, Lc., MA.

Lebih kurang satu setengah tahun sebelum hijrah, Rasulullah Saw. diundang oleh Allah untuk melakukan perjalanan yang spektakuler. Inilah Isra’ Mi’raj yang menjadi tanda kerasulannya.

Dalam perjalanan itu, beliau kembali dengan membawa oleh-oleh yang amat berharga. Itulah salat lima waktu.

Perintah yang semestinya pertama kali diajarkan kepada anak-anak kita setelah memasuki usia akil balig adalah salat. Sesuai hadis Rasulullah Saw. berikut:

عن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: مُرُوا أولادَكم بالصلاةِ وهم أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، واضْرِبُوهُمْ عليها، وهم أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ في المَضَاجِعِ” (رواه أبو داود(.

Artinya:
Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata, “Rasulullah Saw. bersabda, “perintahkan anak-anakmu untuk melaksanakan salat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka (karena meninggalkan salat) ketika berusia sepuluh tahun dan pisahkanlah di antara mereka di atas tempat tidur” (HR Abu Daud).

Salat adalah kunci surga sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut ini:

عن جابر بن عبدالله قال رسول الله ﷺ: مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ الصَّلاَةُ، وَمِفْتَاحُ الصلاةِ الوُضُوْءُ”

Artinya:

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah Saw. telah bersabda, “kuncinya surga adalah salat dan kuncinya salat adalah wudhu’ (HR al-Tirmizy).

AG. H. Abdul Muin Yusuf (Kali Sidenreng) ketua MUI Sul-Sel pada masanya pernah berpesan,

“mupangako assempajatokko, muparampokko assempajatokko, muparinukko assempajatokko, tennapado sewwa wettu matu nabbararakakiko sempajangmu namuappisau pole ri jama-jamang salamu.”

Artinya:

Kendati engkau seorang pencuri, maka tetaplah engkau salat. Kendati engkau seorang perampok, maka tetaplah engkau salat, dan kendati engkau seorang pemabuk, maka tetaplah engkau salat. Semoga suatu saat nanti, salat itu mendatangkan berkah kepadamu sehingga engkau bisa beristirahat dari pekerjaan bejatmu.

Di antara orang-orang sepuh, ada yang pernah berpesan,

“narekko elokko salama lino ahera, pasitappi’ laloi jenne’ tellukae na sempajang teppettue!”

Artinya:

Bila engkau ingin selamat dunia akhirat, maka paketkanlah antara wudhu’ yang tak kenal batal dengan salat yang tak kenal putus!

Wudhu’ yang tak kenal batal adalah yang mempertahankan pola hidup bersih dalam segala aspek kehidupannya sepanjang hayat. Dengan ini, maka “jenne telluka,” ada dua pengertiannya:

Jenne’ sisumpung-sumpung (wudhu’ dawam), sebagaimana yang dituturkan oleh Rasulullah Saw. kepada Bilal ra:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ” (رواه البخاري ومسلم(.

Artinya:

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Saw. pernah bertanya kepada Bilal pada saat salat Subuh, “wahai Bilal, sampaikan kepadaku, amalan apa yang paling engkau harapkan dalam Islam yang engkau lakukan? karena aku mendengar suara sendalmu di depanku dalam surga.

Bilal menjawab, “tidaklah aku melakukan suatu amalan yang paling aku harapkan kecuali saat aku berwudhu’ pada siang atau malam kecuali aku salat sesuai dengan yang ditetapkan untukku dengan wudhu itu” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Mengamalkan pesan-pesan wudhu’ sebagai berikut:

Mencuci tangan, artinya jaga kesucian tanganmu, jangan mengambil yang bukan hakmu, jangan menyentuh yang tidak halal bagimu.

Mencuci mulut, artinya jaga kesucian bicaramu dan kesucian makananmu dari segala yang tidak pantas engkau bicarakan dan tidak halal engkau makan.

Membasuh muka, artinya jaga kesucian pandanganmu dari segala yang tidak halal engkau lihat.

Membasuh kepala, artinya jaga kesucian pikiranmu dari segala pikiran yang tidak benar.

Membasuh telinga, artinya jaga kesucian pendengaranmu dari segala yang tidak benar.

Membasuh kaki, artinya jaga kesucian langkahmu menuju arah yang tidak benar.

Hatinya shalat itu adalah zikir, sebagaimana QS Thaha: 14

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ ¤

Terjemahnya:

Dan dirikanlah salat itu untuk mengingat kepada-Ku …!”

Jiwanya salat itu adalah khusyu’, sebagaimana QS al-Baqarah: 238

وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ ¤

Terjemahnya:

Dan laksanakanlah salat karena Allah dalam keadaan khusyu’ (konsentrasi maksimal).

Ketika salat, maka jagalah “tuma’ninah” karena dengan thuma’ninah, maka semua komponen dalam diri seorang hamba akan mengatur posisi untuk menyesuaikan gerakan salat. Komponen yang dimaksud adalah segenap anggota tubuh seperti kulit, daging, tulang, urat, darah, dan lain-lain.

Seusai salat, maka lanjutkanlah zikir terus-menerus tak kenal putus karena ini adalah ibadah yang amat praktis dan efektif setiap saat dalam segala hal. Itulah salat yang tak kenal putus. Sesuai QS al-Nisa: 103

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا ¤

Terjemahnya:

“Bila kamu telah menyelesaikan salat kalian, maka ingatlah Allah saat berdiri, duduk, dan berbaring. Kemudian bila kalian telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.”

Railah kebahagiaan hidup dunia akhirat melalui salat! Salatlah dengan khusyu’ mengingat Allah! Ingatlah Allah kendati engkau usai salat hingga engkau salat kembali, maka itulah arti zikir terus-menerus tak kenal putus.

 

ddi abrad 1