Puang Rusydi Ambo Dalle الله يرحمه ويعافيه باذنه.
Di Ujung Lare saya diajar, di Cairo saya dibimbing dan di Jakarta saya “adiknya”.
“Sedikit goresan” diantara banyak kenangan bersama alm Puang Rusydi.
(AG. H. Mas’ud Arib Mustari, Lc., MA.)
Ini yg saya rasakan selama bersama sama dengan putra pertama Anre Gurutta Ambo Dalle.
“Tampil bersahaja” Tanggal dan bulan kelahiran kami sama yaitu “tanggal dua belas di bulan dua belas”.
Nama lengkap Gurutta “H.Muhammad Ali Rusydy Bin Abdurrahman Ambo Dalle”.
Saya mulai mengenalnya pada usia saya masih belasan tahun di Pare Pare Ujung Lare. Berlanjut di Cairo dan bersama di Asrama Madinatul Buuts Al Islamiyah milik Al-Azhar. Kami saling mengunjungi.
Sekembali di Indonesia tepatnya di Jakarta, Rumah kami tidak berjauhan. Puang Rusydi rumahnya di Cilandak Jaksel. Sedang rumah saya di Kebayoran Lama Jaksel. Lagi lagi saling mengunjungi.
Mengurus DDI di Jakarta menjadikan kami sering bertemu lagi seolah kami masih bersama-sama di Cairo.
Tidak jarang bila diadakan rapat rapat DDI bertempat di rumah tinggal kami di Kebayoran Lama Jak-sel (sebelum ada kantor sekretariat DDI di Pondok Indah waktu itu). Pertemuan dari siang hingga tengah malam sudah sangat terbiasa.
Teringat saja waktu kami bersama-sama di Luar negeri. Kami pernah diajak dalam pengurusan sebuah Pesantren Modern yang dibangun oleh mantan Direktur Taman Impian Jaya Ancol di Jonggol Ja-bar pada tahun dua ribu empat belasan.
Pesantren ini sebagai kelas jauh dari Ma’had Aly Tebu Ireng Jombang. Rencana waktu itu bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor IPB.
Rapat pertemuan pengurus kedua belah pihak antara Jakarta dengan Tebu Ireng kadang diadakan rapat di Jombang Jawa Timur tempatnya di Pesantren Tebu Ireng bersama Gus Sholeh dan menginap di rumah keluarga Gus Dur di dalam pesantren waktu itu.
Tentu sahabat sahabat almarhum Puang Rusydi selama ini masih terkenang dengan almarhum. Salah satunya adalah bapak Amris Fuad Hassan berinisiatif mengadakan haul sepuluh tahun almarhum di rumahnya.
Rumah saya tidak berjauhan dengan rumah pak Amris. Bisa disebut bertetangga jalan di Kebayoran. Malah ada keluarga pak Amris kami berteman dan sahabat sudah sejak lama.
Tanggal Empat belas Februari Dua ribu Dua Puluh Enam diadakanlah haul Puang Rusydi yang ke sepuluh bertempat rumah pak Amris di Jl. Panglima Polim. Kebayoran Baru.
Dengan penuh khidmat mengenang almarhum. Dihadiri keluarga besar DDI Jakarta dan beberapa yang hadir dari Makassar.
اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه واجعل الجنة مثواه يا رب العالمين. الفاتحة













