Pandangan Keagamaan dan Kebangsaan DDI

0
379
Pandangan keagamaan dan kebangsaan DDI

Sambutan AG. Prof. Dr. H. Syamsul Bahri A. Galigo, MA

Ketua Umum Pengurus Besar DDI

Pada HAUL XXVI AG. H. Abdurrahman Ambo Dalle di Pondok Pesantren DDI Kaballangang Pinrang, Selasa (29/11/2022)

Alhamdulillah Rabbil ‘Alamin, itulah ucapan yang paling tepat, kami utarakan dalam sambutan ini. Mengenang kembali perjuangan Anre Gurutta dalam membangun Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI) adalah merupakan hal yang penting bagi kita semua sebagai keluarga besar DDI (Addariyah).

Pengurus Besar DDI mengharapkan agar peringatan haul Anre Gurutta ke 26 ini dapat mengukuhkan tekad dan niat kita semua untuk bersama-sama meneruskan jihad dan perjuangan Anre Gurutta dalam membangun dan memajukan DDI di era yang penuh tantangan ini.

Dengan motto one DDI kita bangkit, one DDI kita bergerak dengan penuh keyakinan bahwa keberkatan Anre Gurutta, keberkatan DDI kita membina ukhuwwah Addariyah. Dengan karakter wasatiyah Addariyah kita wujudkan pendidikan dan dakwah Islam yang sesuai dengan perkembangan masyarakat hari ini. Oleh itu, dihaturkan banyak terima kasih kepada seluruh warga DDI yang menyempatkan diri untuk turut berpartisipasi dalam menjayakan acara ini.

Pondasi dan Moderasi DDI

Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI) adalah organisasi masyarakat yang lahir sebelum kemerdekaan RI. Ia merupakan gerakan pendidikan, dakwah dan sosial, bertumpu pada pendidikan PESANTREN untuk menanamkan nilai-nilai mulia kemanusiaan serta meneguhkan dan memperkokoh nilai-nilai dalam ajaran Islam menurut panduan manhaj Ahli Sunnah wal Jama’ah (ASWAJA).

DDI telah memberikan bentuk dan warna yang tegas, bagi corak keberagamaan masyarakat di wailayah Nusantara, dengan mengedepankan konsep dan nilai WASATHIYAH Addariyah dan UKHUWWAH Addariyah; Wasatiyah Addariyah meliputi wasathiyyatul ummah, wasathiyatul Islam dan wasathiyatu tadayyun (moderasi beragama). Sementara ukhuwah addariyah merangkumi ukhuwah wathoniyah, ukhuwah imaniyah dan ukhuwah insaniyah.

Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan DDI, baik berupa pesantren, madrasah, sekolah dan perguruan tinggi, dilihat dalam perkembangannya semakin diminati. Dari sudut organisasi pula, malah kini DDI termasuk organisasi Islam yang paling adem di Indonesia. Walaupun pernah juga mengalami masalah dalaman (internal) tetapi berkat DDI dan perjuangan generasi baru DDI, akhirnya kita melihat sekarang ini mulai lagi bangkit melakukan hal-hal positif demi kemajuan DDI ke depan.

Muktamar DDI ke-22 yang telah berlangsung pada tanggal 22-2-2022 telah disepakati menjadi landasan utama DDI untuk memacu kejayaan dan kemajuan DDI di era revolusi industri dan masyarakat hari ini, sesuai dengan perkembangan zaman tanpa merubah visi dan misi DDI yang diwariskan oleh Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle.

Satu hal yang unik di DDI selama perjuangannya, ia tidak pernah mengaitkan diri dengan politik praktis, walaupun orang-orang DDI banyak yang bergelut didunia politik, tetapi DDI sebagai organisasi Islam pra kemerdekaan, tetap pada prinsip awal didirikannya yaitu bergerak di bidang dakwah dan pendidikan sesuai dengan namanya Darud Da’wah wal-Irsyad.

Walaupun Anre Gurutta penah dihutan bersama perjuangan sparatis pada waktu itu, namun Anre Gurutta sama sekali tidak mengaitkannya dengan DDI dan lembaga pendidikannya. Anre Gurutta juga pernah dilantik menjadi anggota MPR di zaman Soeharto tetapi aktivitasnya dalam membangun DDI tidak pernah dikaitkan dengan kedudukannya di MPR.

Keagamaan dan Kebangsaan DDI

DDI senantiasa berjuang untuk keutuhan NKRI dan membantu pemerintah dalam menangani masalah pendidikan untuk mencerdaskan bangsa, membangun karakter berteraskan akhlakul karimah dan menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi dalam beragama dan berdakwah demi menjaga nilai dan fahaman Ahli Sunnah Wal-Jama’ah.

Dengan prinsip dan karakter yang diperlihatkan AnreGurutta termasuk para anak muridnya yang membantunya, DDI tidak pernah menjadi partai politik, dan tidak pernah juga membentuk partai politik untuk saluran suara warga DDI dalam pemilu. Warga DDI bebas memilih partai politik yang sesuai, apabila ingin bergabung dalam jalur politik praktis.

Dengan paduan ilmu, amal dan ikhlas yang di jalankan secara bersepadu membuat AnreGurutta sukses dalam membangun DDI, baik secara organisasi maupun sebagai pusat pendidikan dan dakwah hingga akhir hayatnya. Rahimahullah rahmatan waasi’ah.

Ikhlas Sebagai Kunci

Semua gerak langkah AnreGurutta dalam mengembangkan DDI menjadi indikasi penting yang menunjukkan bahwa AnreGurutta telah berjaya membangun DDI. Karena perjuangan beliau didasari dengan keikhlasan yang murni, tujuan dan objektif beliau adalah menuntut redha dan rahmat Allah semata. Ini yang selalu dinasihatkan kepada anak muridnya bahwa segala usaha yang diasaskan dengan keikhlasan pasti berjaya mendapat bantuan (inayah) dan bimbingan (tawfiq) dari Allah swt. Sementara usaha yang tidak dibangun dengan asas keikhlasan, hanya cari nama dan kedudukan dunia, pasti tidak akan berkelanjutan, karena jauh dari pertolongan dan rahmat Ilahi. Karakter berjuang bersama ridha Allah pasti berkesinambungan, sedangkan yang hanya dibangun berasaskan tujuan duniawi saja, akan gagal ditengah jalan.

Demikian, Semoga DDI senantiasa berkembang maju sesuai dengan visi dan misinya yang akan menjadi payung kita dihari kebangkitan, bersama al-Maghfuru lahu AnreGurutta.