Antara Yakin Dan Bimbang

0
86

Dr. Salahuddin Sopu

ANTARA YAKIN DAN BIMBANG

Kisah ini dikutip dari Kitab Mawaqif Insaniyyah fi as-Sirah an-Nabawiyyah sebagai berikut:

Keyakinan yang kuat dikalahkan oleh api keraguan. Rahmat Allah telah melenyapkan bisikan syetan.

Hamzah bin Abdul Muthalib memeluk agama Islam dan membenarkan apa yang dikatakan Muhammad.

Penulis tidak bisa membayangkan betapa bahagianya Muhammad atas peristiwa itu.

Pertama karena dia telah menolongnya.

Kedua karena dia telah mencegah kejahatan Abu Jahal.

Selanjutnya ia menyatakan keislamannya agar dapat selalu berada di sisi anak saudaranya, Muhammad, yang akan selalu menjaganya… Alangkah agung dan indah hal itu.

Berita tentang Hamzah terdengar oleh kaum Quraisy. Mereka memasukkan Hamzah sebagai salah satu target musuh mereka.

Dengan adanya Hamzah, Rasulullah semakin bertambah kuat. Hamzah selalu menolongnya sesuai kemampuannya.

Ia seperti singa ganas yang menjaga Rasulullah. Ia selalu menghalau musuh-musuh beliau.

Hingga suatu ketika Rasulullah berada di Bait al-Arqam bersama para sahabatnya. Tatkala “Umar bin Khaththab mengetuk pintu dan sabat-sahabat merasa ketakutan yang amat sangat dan tidak ada yang berani membukakan pintu, karena mereka mengetahui betapa kejamnya Umar bin Khaththab,

Namum Hamzah dengan garang berkata, ‘Biarkan dia masuk!

Jika ia menginginkan kebaikan, kita berikan. Jika tidak, akan kubunuh dia dengan pedangnya.”

Demikianlah keberadaan Hamzah, seorang pemberani yang selalu tidak pernah takut kepada para musuhnya.