Metode Da’wah Gurutta Ambo Dalle

0
278
metode da'wah gurutta ambo dalle

Pinrang ddi.or.id- Gurutta Ambo Dalle memiliki metode da’wah yang khas. Da’wah beliau bisa diterima dengan mudah di tengah-tengah masyarakat tanpa ada yang tersakiti apalagi terluka.

Anregurutta Prof Dr. H. Abd. Rahim Arsyad, MA, sebagai murid yang cukup lama bersama Gurutta Ambo Dalle, didapuk oleh panitia pada momen Haul XXVI menyampaikan testimoni mengenai Anregurutta Ambo Dalle.

Prof Rahim memulai, “Gurutta Ambo Dalle dalam berda’wah selalu mengedepankan kebaikan bersama. Dalam berda’wah, beliau tidak menggunakan pendekatan hukum, yang tentu akan berakibat hitam-putih, benar dan salah. Tapi, beliau berusaha meluruskan kebiasaan yang menurut syariah sebagai ritual menyimpang, tanpa mencederai perasaan mereka yang melakukan ritual.”

Prof Rahim melanjutkan, “misalnya, kebiasaan masyarakat membawa sesajen ke sungai, lautan atau gunung (Mappalesso/mappano’), itu diluruskan oleh Gurutta Ambo Dalle dengan membiarkan masyarakat membuat sesajen tapi tidak dibawa ke sungai atau lautan, melainkan dibawa ke masjid untuk disantap bersama.”

“dengan demikian, kebiasaan atau tradisi masyarakat tidak kehilangan nilai ritualnya, tapi oleh Gurutta Ambo Dalle diperbaiki sehingga bernilai pahala atau kebaikan di mata Allah swt. Demikianlah metode da’wah Gurutta Ambo Dalle” papar Prof Rahim yang juga mantan Ketua STAIN Parepare ini.

Di bagian akhir testimoni beliau menyampaikan bahwa “Anregurutta Ambo Dalle secara fisik telah meninggalkan kita 26 tahun yang lalu, semoga putra beliau (H Muh Rasyid Ridha Dalle) akan melanjutkan perjuangan beliau di Pondok Pesantren DDI Kaballangang ini”, tutup penyandang gelar doktor Universitas Al-Azhar Mesir ini, penuh harap.

Momentum Haul XXVI wafatnya Anregurutta H Abdurrahman Ambo Dalle dipusatkan di pondok pesantren terakhir yang beliau pimpin, Pondok Pesantren DDI Kaballngang, Pinrang pada Selasa (29/11/2022). Ribuan warga DDI yang umumnya terdiri dari alumni pondok-pondok pesantren DDI yang tersebar di provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berbondong-bondong menghadiri perhelatan tersebut.

Kegiatan Haul XXVI ini juga dimeriahkan dengan porseni antar pondok pesantren DDI Se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Aneka cabang lomba dipertandingkan untuk menemukan bibit-bibit terbaik dari pondok-pondok pesantren DDI. Sekaligus juga untuk meningkatkan rasa ukhuwwah ad-dariyah sesama santri.