Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Al Arbain, wara’ adalah sikap hati-hati yang ekstrem untuk menghindari perkara syubhat (samar halal-haram) dan yang makruh, guna menjaga kesucian agama dan kehormatan diri.
Ini melibatkan 4 tingkatan: wara’ adil (meninggalkan haram), saleh (meninggalkan syubhat), bertakwa (meninggalkan mubah yang mengarah ke haram), dan siddiqin (meninggalkan selain Allah).
Tingkatan Wara’ Menurut Imam Al-Ghazali:
1) Wara’ al-‘Udul (Wara’ Minimal/Adil)
Tingkatan dasar yang wajib bagi setiap Muslim, yaitu menjauhi segala perkara yang jelas-jelas haram dan hal-hal yang dapat merusak integritas (syarat untuk menjadi saksi adil).
2) Wara’ as-Shalihiin (Wara’ Orang Saleh)
Menjauhi perkara syubhat (samar halal-haram) karena takut jatuh ke dalam perkara haram.
3) Wara’ al-Muttaqiin (Wara’ Orang Bertakwa)
Meninggalkan perkara mubah (boleh) yang diyakini atau dikhawatirkan dapat membawanya kepada perbuatan haram.
4) Wara’ as-Siddiqin (Wara’ Orang Jujur/Tertinggi)
Tingkatan tertinggi di mana seseorang meninggalkan segala hal yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat, bahkan meninggalkan perkara halal yang mubah jika itu dapat mengalihkan fokus hati dari Allah SWT.











