Three in One Akhir Ramadhan

0
198

Adalah tema khutbah Jumat yang disampaikan oleh Dr. H. Andi Muhammad Akmal, S.Ag., M.H.I, ( Pengurus PB & PW DDI ) di Mesjid Agung Darussalam Watan Soppeng, 21 April 2023. Hal tersebut didasari dari tiga variabel, yaitu Hari Jumat, Bulan Ramadhan dan Hari Kartini. Bertemunya 3 hal yang mulia dan bersejarah dalam kehidupan umat Islam di Negara Indonesia.

Hari Jumat adalah penghulu dari semua hari dalam sepekan, sebagaimana sabda Rasululah saw., Sayyidul ayyaami yaumul Jumuah. Kata Jumat, berasal dari kata Jamaah, artinya kumpulan atau kompilasi. Maknanya kumpulan kebaikan ada pada hari Jumat. Semua amalan, pada hari Jumat adalah mulia karena dilipatgandakan pahalanya.

Ada tiga hal utama, amalan yang mulia di hari Jumat dan Bulan Ramadhan. Yaitu SDQ ( Salawat Sedekah, Doa dan Al Qur’an). Penjabarannya, Salawat dan Sedekah diperbanyak di Hari Jumat dan Bulan Ramadhan. Salawat, sebagai wasilah untuk mendapatkan rahmat Allah swt. Satu kali bersalawat kepada Rasullah saw, maka 10 rahmat dari Alllah swt.

Rasulullah saw. bersabda : Afdalus Shadaqah, Shadaqaton fi Ramadahan : sedekah yang mulia adalah bersedekah di Bulan Ramadhan. Baik sedekah Wajib, yaitu zakat fitrah dan zakat mall ( harta ) maupun sedekah sunnat, yaitu Infaq.

Meskipun makna sedekah, di sisi lain bermakna luas, ialah segala hal yang terkait dengan kebaikan, maka dinamakan sedekah, seperti berkata yang benar, tersenyum, bergaul dengan keluarga, dll.

Doa dipermantap di hari Jumat dan Ramadhan. Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah “wa du’aa ahu mustajaabon”, doa yang dikabulkan. Termasuk doa setelah shalat lima waktu, apalagi di hari Jumat dan Bulan Ramadhan.

Salah satu makna ayat “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nastaiin”, adalah dahulukan laksanakan kewajiban ( termasuk shalat lima waktu dan kewajiban yg lain ), baru menuntut hak, yaitu berdoa kepada Allah swt. Makna lain, bekerja dulu baru dapat gaji. Ini namanya adil, karena seimbangnya kewajiban dan hak.

Di hari Jumat dan Ramadhan, ibadah yang afdal dilakukan adalah membaca Alquran Karim, menerjemahkan, memahami kandungan dan mengamalkannya. Salah satu kemuliaan Ramadhan adalah bulan turunnya AlQuran. Jadi ibadah sunnat yg mulia dilakukan adalah tilaawatul qur’an. Disunnatkan juga membaca Surah Yasin pada malam Jumat ( Yasinan ) dan membaca Surah Al Kahfi pada hari Jumat ( Kahfian ).

Rasulullah saw. bersabda : man qara’a suuratal Kahfi lailata aw yaumal jumuah, adhaa a lahuu nuuran bainal jum’atain.( Siapa yang membaca Surah Al Kahfi pada malam atau hari Jumat, maka Allah swt, akan memberikan sinar ( sebagai pelindung ) sampai hari Jumat berikut. Maknanya, Kahfian, sebagai bacaan tolak bala’ sekali sepekan.

Jas merah (Jangan sekali kali melupakan sejarah), demikan pesan Bung Karno Presiden pertama RI. Bahwa Raden Ajeng Kartini, yang diperingati kelahirannya setiap tgl 21 April, dipahami sebagai simbol emansipasi wanita dan pemberdayaan perempuan. Gerakan tersebut terilhami dan didasari kandungan makna Al Qur’an, yang dipelajarinya dari gurunya KH. Saleh Darat di Jawa Tengah. Kaum perempuan harus berdaya dan bermanfaat terhadap setiap lini kehidupan, bukan hanya di kawasan privat rumah tangga dan domestik semata, namun harus bermanfaat di lapangan publik.

Bukankah, ada salah satu surah dalam Al Quran, yaitu Surah An-Nisa, yang berbicara tentang eksistensi peran perempuan. inilah hakikat emansipasi. Kumpulan tulisan dan surat dari RA Kartini, dibuat buku, yang berjudul ,”Habis Gelap Terbitlah Terang” . Ini terilhami dari QS. Albaqarah/ 2 : 257, Allaahu waliyyul laziina Aamanuu yukhrijuunahum minanaz zulumaati ilan nuur ( Allah swt sebagai pelindung orang orang beriman, Tuhan yang mengeluarkan manusia dari ( kehidupan ) yang gelap, ( menuju kehidupan ) yang terang.

Kaitan tentang Amalan Hari Jumat, Bulan Ramadhan dan Emansipasi RA Kartini, adalah pembacaan, pemahaman dan pengamalan makna Al-Qur’an. Menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup dan pegangan dalam berkehidupan, adalah hal yang urgen.

Dekat dengan AlQuran menjadikan manusia tercerahkan, menjadi mulia dan terangkat derajatnya untuk lebih berguna dan bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara., kunci Andi Akmal, yang juga Dosen UIN Alauddin Makassar

Hadir shalat Jumat, Supriansa, SH.MH, anggota DPR RI ( eks.Wabup Soppeng ), H. Lutfi Halide, M.Si, Wakil Bupati Soppeng ( Ketua Pengurus Mesjid Agung Darussalam ), H. Syahruddin Adam, M.Si, Ketua DPRD Soppeng, Ust. KM. Al Haafiz Muh.Tang, M.Pd.I Imam Masjid Agung Darussalam ( Pimp.Pontren PPTQ Imam Hafs Soppeng ), Para Pengurus, Tokoh Masyarakat dan Jemaah Masjid Agung Darussalam Watan Soppeng.