Ittiba’ As-Sunnah Lahir Batin

0
133

AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.

Mengikut sunnah (ittiba Sunnah) menurut Imam al-Ghazali dalam kitab Arbain, tidak sekadar meniru perilaku lahiriah Nabi Muhammad SAW, melainkan mencakup aspek batiniah (spiritual) yang mendalam.

Imam al-Ghazali menekankan bahwa sunnah adalah jalan menuju Allah yang memadukan syariat dan hakikat.

Berikut adalah prinsip-prinsip mengikuti sunnah menurut Imam al-Ghazali:

1. Sunnah dalam Ibadah

Imam al-Ghazali menekankan pentingnya adab dan kehadiran hati, tidak hanya gerakan fisik.

Shalat: Melakukan shalat wajib berjamaah, serta menghidupkan malam-malam dengan shalat sunnah (tahajud).

Puasa: Tidak hanya menahan lapar, tetapi juga mempuasakan panca indera dari hal-hal yang tidak disukai Allah.

Jumat: Mempersiapkan diri sejak hari Kamis, mandi Jumat, serta diam dan fokus mendengarkan khutbah (tidak berdzikir dengan suara keras saat khatib berbicara).

2. Sunnah dalam Akhlak dan Kehidupan Sehari-hari

# Zuhud: Mengambil dunia sekadarnya untuk membantu ketaatan, bukan untuk menumpuk harta.

#Adab Makan & Tidur: Mengikuti tata cara Nabi dalam makan (menggunakan tangan kanan, duduk, tidak berlebihan) dan tidur (berwudhu sebelum tidur, tidur miring ke kanan) dan urutan potong kuku tangan dan kaki.

# Bergaul: Bersikap rendah hati, ramah, dan mendahulukan orang lain (itsar).

3. Sunnah dalam Aspek Batiniah (rohani)

Menurut Imam al-Ghazali, intisari sunnah adalah membersihkan hati (tazkiyatun nafs).

# Takut (Khauf) & Harap (Raja’): Takut berbuat dosa dan optimis akan rahmat Allah.

# Sabar: Sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar meninggalkan maksiat, dan sabar dari kesenangan duniawi yang sia-sia.

Tawakkal & Qana’ah: Berserah diri kepada Allah setelah berusaha dan merasa cukup dengan apa yang ada.

4. Mengikuti Gurutta

Imam al-Ghazali menegaskan pentingnya mengikuti bimbingan guru yang alim (mursyid) dalam perjalanan spiritual, layaknya musafir yang membutuhkan penunjuk jalan.

Kesimpulan:

Mengikut sunnah menurut Imam al-Ghazali adalah dengan mengintegrasikan syariah dan sufisme.

Sunnah adalah jalan menyeluruh untuk meniru adab akhlak, ibadah, dan suasana batiniah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Wallahu a’lam

ddi abrad 1