AG. Prof. Dr. H. A. Syamsul Bahri AG., Lc., MA.
Mengikut sunnah (ittiba Sunnah) menurut Imam al-Ghazali dalam kitab Arbain, tidak sekadar meniru perilaku lahiriah Nabi Muhammad SAW, melainkan mencakup aspek batiniah (spiritual) yang mendalam.
Imam al-Ghazali menekankan bahwa sunnah adalah jalan menuju Allah yang memadukan syariat dan hakikat.
Berikut adalah prinsip-prinsip mengikuti sunnah menurut Imam al-Ghazali:
1. Sunnah dalam Ibadah
Imam al-Ghazali menekankan pentingnya adab dan kehadiran hati, tidak hanya gerakan fisik.
Shalat: Melakukan shalat wajib berjamaah, serta menghidupkan malam-malam dengan shalat sunnah (tahajud).
Puasa: Tidak hanya menahan lapar, tetapi juga mempuasakan panca indera dari hal-hal yang tidak disukai Allah.
Jumat: Mempersiapkan diri sejak hari Kamis, mandi Jumat, serta diam dan fokus mendengarkan khutbah (tidak berdzikir dengan suara keras saat khatib berbicara).
2. Sunnah dalam Akhlak dan Kehidupan Sehari-hari
# Zuhud: Mengambil dunia sekadarnya untuk membantu ketaatan, bukan untuk menumpuk harta.
#Adab Makan & Tidur: Mengikuti tata cara Nabi dalam makan (menggunakan tangan kanan, duduk, tidak berlebihan) dan tidur (berwudhu sebelum tidur, tidur miring ke kanan) dan urutan potong kuku tangan dan kaki.
# Bergaul: Bersikap rendah hati, ramah, dan mendahulukan orang lain (itsar).
3. Sunnah dalam Aspek Batiniah (rohani)
Menurut Imam al-Ghazali, intisari sunnah adalah membersihkan hati (tazkiyatun nafs).
# Takut (Khauf) & Harap (Raja’): Takut berbuat dosa dan optimis akan rahmat Allah.
# Sabar: Sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar meninggalkan maksiat, dan sabar dari kesenangan duniawi yang sia-sia.
Tawakkal & Qana’ah: Berserah diri kepada Allah setelah berusaha dan merasa cukup dengan apa yang ada.
4. Mengikuti Gurutta
Imam al-Ghazali menegaskan pentingnya mengikuti bimbingan guru yang alim (mursyid) dalam perjalanan spiritual, layaknya musafir yang membutuhkan penunjuk jalan.
Kesimpulan:
Mengikut sunnah menurut Imam al-Ghazali adalah dengan mengintegrasikan syariah dan sufisme.
Sunnah adalah jalan menyeluruh untuk meniru adab akhlak, ibadah, dan suasana batiniah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
Wallahu a’lam













