Benci Kesalahan, Jangan Benci Pelakunya

0
134

 

 

Dalam Kedaikisah.com, ada satu kisah menarik, dan itu menjadi “etika” di kalangan para Imam madzhab, dan boleh jadi menjadi satu prinsip di kalangan kita. Bukankah ini menunjukkan adanya jarak yang lebar di antara kita dengan para imam tersebut?

 

Salah satu murid Al-Imam Asy-Syafi’i, namanya Yunus, berselisih pendapat dengan gurunya, Al-Imam “Al-Syafi’i” dalam suatu hal, sehingga murid itu marah, meninggalkan pelajaran, dan pulang.

 

Ketika malam tiba, Yunus mendengar ketukan di pintu rumahnya. Dia berkata,

“Ketika saya membuka pintu, saya dikejutkan oleh kehadiran guru saya, Al-Imam Al-Syafi’i.

 

Beliau berkata,

“Yunus, ratusan masalah menyatukan kita dan hanya satu masalah memisahkan kita.

Yunus, jangan coba-coba berusaha menang dalam segala perbedaan. Terkadang “memenangkan hati” lebih diutamakan daripada “memenangkan posisi”.

Yunus, jangan hancurkan jembatan yang telah engkau bangun dan engkau lewati. Mungkin suatu saat engkau kau membutuhkannya untuk kembali.

Bencilah selalu “kesalahan”… tapi jangan membenci “pelaku kesalahan”.

Bencilah dengan sepenuh hati “kemaksiatan” … tapi maafkan dan kasihanilah “orang yang bermaksiat”.

Yunus, kritiklah yang “perkataan” tapi hormati yang “orang yang mengatakan”

Misi kita adalah memberantas “penyakit”, bukan “orang sakit”.

Sahabat Kisah,

Pesan-pesan luhur seperti inilah yang kita perlukan hari ini.