Dari Ujung Sengkang ke Mangkoso: Menelusuri Jejak Dakwah Abdurrahman Ambo Dalle

0
160

Oleh: Amiruddin, IAI DDI Sidenreng Rappang dan Ismail Suardi Wekke, IAIN Sorong, Papua Barat Daya

Di sebuah desa kecil bernama Ujung, Kecamatan Tana Sitolo, terletak 7 km sebelah utara Kota Sengkang, Ibu Kota Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, lahirlah seorang anak bernama Ambo Dalle. Sejak kecil, ia menunjukkan kecerdasan dan ketekunannya dalam mempelajari ilmu agama. Takdir membawanya menapaki jalan dakwah yang mengantarkannya menjadi ulama kharismatik dan pendiri Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI).

Ambo Dalle menimba ilmu agama dari berbagai guru ternama di masanya, termasuk AGH. Muhammad As’ad. Datang di Sengkang, dan mengampuh pengajian di masjid raya Sengkang. Ia tak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Di bawah asuhan Maha Guru, ia mendirikan menamatkan pendidikan di MAI (Madrasah Arabiyah Islamiyah) di Sengkang, yang kemudian menjadi cikal bakal As’adiyah.

Atas permintaan masyarakat Mangkoso, Ambo Dalle pindah ke sana dan memulai juga pendidikan. Awalnya juga dinamai MAI, kemudian ketika ulama Tanah Bugis berkumpul di Soppeng, dinamakanlah Darul Dakwah wal Irsyad (DDI). Di bawah kepemimpinannya, Mangkoso berkembang pesat menjadi pusat pendidikan Islam terkemuka di Sulawesi Selatan.

Ambo Dalle dikenal dengan metode dakwahnya yang unik dan efektif. Ia menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam dan sering menyelipkan humor dalam ceramahnya. Ia juga mempelopori penggunaan alat musik tradisional dalam dakwahnya, seperti gendang dan kecapi.

Ambo Dalle telah wafat, meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi umat Islam di Indonesia. DDI yang didirikannya telah berkembang pesat dengan di seluruh Indonesia. DDI telah melahirkan banyak ulama, dai, dan cendekiawan yang berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Tiga diantaranya didirikan langsung oleh tangannya, Mangkoso, Ujung Lare, dan Kaballangang.

Di era modern ini, semangat dakwah Ambo Dalle masih relevan dan perlu diteladani. Kita dapat belajar dari kegigihannya dalam menuntut ilmu, keteguhannya dalam berdakwah, dan kebijaksanaannya dalam memimpin. Dengan meneladani semangatnya, kita dapat berkontribusi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Kisah perjalanan hidup dan dakwah Abdurrahman Ambo Dalle merupakan inspirasi bagi kita semua. Sosoknya yang sederhana, cerdas, dan kharismatik menjadi teladan bagi para dai dan ulama di Indonesia. Jejak dakwahnya yang terukir di bumi Mangkoso menjadi bukti nyata dedikasi dan pengabdiannya untuk agama dan bangsa.

AGH Abdurrahman Ambo Dalle dalam Pendirian Tiga Pondok Pesantren

Mangkoso, Ujung Lare, dan Kaballangang menjadi trisula pendidikan Islam Sulawesi Selatan. Pengurus Besar DDI menetapkan sebagai institusi yang langsung dalam binaan PB DDI sekalipun masing-masing tetap otonom sesuai dengan pimpinannya.

Ambo Dalle tidak hanya berperan sebagai pendiri, tetapi juga sebagai pemimpin dan guru di ketiga pondok pesantren tersebut. Beliau memiliki peran penting dalam merumuskan kurikulum, mengajar, dan membimbing para santri. Dedikasi dan keteladanannya menjadi inspirasi bagi para santri dan alumninya.

Ketiga pondok pesantren yang didirikan Ambo Dalle telah melahirkan banyak alumni yang berkontribusi dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, dakwah, dan politik. Warisan Ambo Dalle dalam bentuk pondok pesantren terus berkembang dan menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi generasi muda Islam di Indonesia.

Ambo Dalle adalah sosok ulama yang visioner dan memiliki dedikasi tinggi untuk pendidikan Islam. Ketiga pondok pesantren yang didirikannya menjadi bukti nyata kontribusinya dalam menyebarkan ilmu agama dan membangun generasi muda Islam yang berkualitas.

Relevansi Pemikiran AGH Abdurrahman Ambo Dalle dalam Pendidikan Islam Kontemporer

KH. Abdurrahman Ambo Dalle, atau dikenal sebagai Ambo Dalle, adalah seorang ulama kharismatik dan pembaharu pendidikan Islam di Sulawesi Selatan. Beliau dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso yang telah melahirkan banyak ulama, dai, dan cendekiawan Muslim.

Ambo Dalle memiliki pemikiran yang visioner tentang pendidikan Islam. Beliau menekankan pentingnya memadukan ilmu agama dan ilmu umum dalam pendidikan. Beliau juga mempelopori penggunaan metode dakwah yang kreatif dan inovatif, seperti penggunaan alat musik tradisional dan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat.

Pemikiran Ambo Dalle tentang pendidikan Islam masih relevan dengan konteks kekinian. Di era globalisasi dan digitalisasi ini, umat Islam membutuhkan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman. Pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.

Baca juga https://ddi.or.id/ddi-di-ajattappareng-sejarah-peranan-dan-kontribusi/

Beberapa poin relevansi pemikiran Ambo Dalle dalam pendidikan Islam kontemporer diantaranya adalah Kreativitas dan Inovasi: Pendidikan Islam harus kreatif dan inovatif dalam metode pembelajarannya. Hal ini penting untuk menarik minat belajar siswa dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Begitu pula terkait Pengembangan Karakter: Pendidikan Islam harus fokus pada pengembangan karakter siswa. Hal ini penting untuk melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki kepribadian Islam yang kuat.

Pemikiran Ambo Dalle tentang pendidikan Islam merupakan sumber inspirasi dan panduan bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Dengan mengadopsi pemikirannya, pendidikan Islam dapat menjadi lebih relevan dengan konteks kekinian dan mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas.

Dengan menerapkan pemikiran Ambo Dalle, pendidikan Islam dapat menjadi lebih relevan dan efektif dalam melahirkan generasi muda penerus tugas mulia pendidikan, dakwah, dan amal sosial. (MA)

*Sebelumnya, tulisan ini telah diterbitkan oleh Panrita.news