Hakikat Ibadah Bathiniyah

0
269

 

القول الصادق في معرفة الخالق

AG. H. Abdul Rahman Ambo Dalle

Pasal IV (Ibadah batiniah)

Maksud dari ibadah batiniah itu adalah ibadah hati.

Sehingga setiap orang dituntut untuk senantiasa membersihkan dan memperbaiki hati mereka, dengan menjauhkan segala hal yang dapat mengotori dan merusak hati itu.

Selain itu setiap insan juga harus memerangi hawa nafsu, karena hawa
nafsu itu tidak memerintahkan kecuali kepada yang buruk saja.

Firman Allah SWT.

إن النفس لأمارة بالسوء ) يوسف:53)

Artinya:

Sesungguhnya (hawa) nafsu itu memerintahkan kepada keburukan.

(Yusuf: 53)

Siapa saja yang menuruti perintah hawa nafsu maka ia akan mudah mendatangkan segala macam perbuatan keji dan mungkar, semisal kekufuran, perselisihan, dan kemunafikan.

Sabda rasul saw

إن أشد أعدائك نفسك الذي بين جنبيك

Artinya:

sesungguhnya musuh kalian yang amat besar adalah hawa nafsu yang ada di dalam diri kalian.

Allah swt. juga menjanjikan pahala surga bagi mereka yang mampu menahan diri dari godaan hawa nafsu.

Firman Allah SWT.

وأما من خاف مقمام ربه ونهي النفس عن الهوى فان الجنة هي المأوى

Artinya:

Dan mereka yang takut akan kedudukan Tuhannya, dan menahan diri mereka dari godaan hawa nafsu, maka sesungguhnya tempat mereka adalah surga.

(An Nazi’at: 40)

Ayat dan hadits di atas menjadi petunjuk akan besarnya kedudukan orang-orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya.

Dengannya ia dengan mudah meninggalkan segala hal-hal yang buruk, dan mengerjakan segala yang baik-baik.

Orang yang semacam inilah yang jelas memiliki hati yang bersih dan baik.

Dan di saat hati itu baik, maka akan baik pulalah perbuatan seluruh anggota tubuhnya.

Sabda saw.

ألا إن فى الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهى القلب

Artinya:

Ketahuilah bahwa dalam setiap tubuh itu ada sekerat daging, jika sekerat daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, tapi jika ia buruk, maka akan buruklah seluruh tubuhnya.

Ketahuilah bahwa sekerat daging itu adalah hati.

Disarikan oleh H. A. Muh. Ridwan Tahir, Lc. MA.

ddi abrad 1