Hikmah Sakit

0
118

 

“Agama tidak untuk diperbincangkan: Agama adalah apa yang Tuhan firmankan atau apa yang sang guru penuntun dan utusan (‘alaihis-salam) katakan: ‘Bahwa agama itu bukan sekadar kata-kata!”

(Bagian akhir syair penutup risalah _Al-Kunhu fi Ma Lâ Budda lil-Murid Minhu karya Ibn ‘Arabi.)_ Catatan untuk Diriku, Haidar Baghir.

Walaupun agama mengapresiasi sains dan filsafat, tapi apa yang diberikan agama, jauh lebih dari yang diberikan oleh sains dan filsafat. Sebagai contoh, hikmah sakit berikut ini:

Sakit memiliki dua hikmah: Pertama, kita akan dekat dengan Allah Swt. Kita mendekat, Allah kepada kita. Dalam satu Hadis Qudsi Allah berfirman: “Hamba-Ku lapar, kau tidak beri makan.” Maka, manusia yang mendengar bertanya, “Wahai Allah, Engkau kan Maha Kaya, Maha Kuasa, mana mungkin Engkau lapar?” “Ya,” kata Allah, “ketika hamba-Ku lapar, kamu tidak memberinya makan. Padahal kalau kamu beri makan, kamu akan dapati Aku ada di sisi orang yang kelaparan itu.”

Demikian juga Allah mengatakan: “Ketika ada hamba-Ku kehausan kamu tidak beri minum. Payang dahal kalau kamu beri minum, akan kaudapati Aku ada di sisi orang yang kehausan itu.” Kemudian Allah juga mengatakan lagi: “Hamba-Ku sakit dan kamu tidak mengurusnya. Padahal kalau kamu urus hamba-Ku yang sakit itu, maka kamu akan bertemu d bertemu dengan-Ku, karena Aku ada di sisi orang yang sakit.” Jadi, orang sakit itu dekat kepada Allah Swt.

Jadi, jika saat sakit kita bersikap sabar dalam menerimanya, itu akan membuka jalan bagi kita untuk bisa bertemu Allah Swt. Bukankah pada saat itu Allah mendekat dengan kita yang sedang sakit?

Hikmah sakit yang kedua ialah, memberi sakit adalah cara Allah untuk menghapus dosa-dosa kita. Dalam sebuah hadis disebutkan: “Tidaklah seorang yang beriman itu jarinya tertusuk duri kecuali Allah mengampuni dosanya akibat (sakit yang dia derita karena tertusuk duri itu). “Kalau tertusuk duri saja bisa menjadi wasilah atau perantara pengampunan dosa-dosa kita oleh Allah, apalagi sakit yang lebih berat?

Sehingga, Rasulullah Saw. mengajari kita, saat mengunjungi orang sakit, agar kita mengucapkan: “Thahûr (semoga Anda bersih dari dosa-dosa), thahûr (semoga Anda bersih dari dosa-dosa), thahûr (semoga Anda bersih dari dosa-dosa).” Karena, jika diterima dengan penuh kesabaran dan penuh ridharela, suka, dan senang hati-sakit akan menjadi pembakar dosa-dosa kita.

Dari buku: Makrifat Sakit dan Kematian)