Jadi Narasumber dalam Dialog Intelektual PP IMDI, Ini Pesan Guru Besar DDI

0
306

DDI.OR.ID, NEWS – Guru Besar Darud Da’wah wal Irsyad (DDI), Gurutta Prof. Dr. H. Muhammad Muammar Bakry, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Dialog Intelektual yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Darud Da’wah wal Irsyad (PP IMDI). Forum ilmiah tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Kongres XII PP IMDI, yang diselenggarakan di Kampus IAI DDI Sidrap, Sabtu-Minggu (14-15/2/2026).Dalam pemaparannya yang reflektif dan penuh penekanan nilai, Prof Muhammad Muammar Bakry mengingatkan pentingnya menyempurnakan status sebagai kader DDI.

Menurutnya, menjadi kader tidak cukup hanya secara administratif atau struktural, tetapi harus pula dimaknai secara kultural—yakni menghadirkan nilai-nilai DDI dalam sikap, pemikiran, dan tindakan nyata.

“Status kader bukan sekadar tercantum dalam Surat Keputusan atau terdaftar dalam struktur organisasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai DDI itu hidup dalam diri kita, membentuk karakter, dan tercermin dalam perilaku sehari-hari,” tegas Prof. Muammar yang juga adalah Rektor Universitas Islam Makassar ini.

Sekretaris PW DDI Sulsel ini menjelaskan bahwa DDI sebagai organisasi pendidikan dan dakwah memiliki fondasi nilai yang kuat, mulai dari komitmen keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah, semangat kebangsaan, hingga tradisi keilmuan yang moderat dan berakar pada pesantren. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus diinternalisasi oleh setiap kader agar tidak terjadi kekosongan makna dalam berorganisasi.

Menurutnya, ada kecenderungan sebagian kader merasa cukup dengan posisi struktural tanpa diiringi dengan pendalaman ideologis dan penguatan integritas pribadi. Padahal, tantangan zaman saat ini menuntut kader yang bukan hanya aktif secara organisasi, tetapi juga matang secara intelektual dan spiritual.

“Jadilah kader yang tidak hanya tercatat namanya dalam SK, tetapi juga memiliki niat yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan nilai-nilai DDI dalam dunia realita. Nilai itu harus menjelma dalam etika, dalam cara berpikir, dalam keberpihakan kepada umat, dan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Prof. Muammar menekankan bahwa kader DDI harus mampu menjadi representasi moral di tengah masyarakat. Dalam dunia akademik, kader harus menunjukkan integritas ilmiah. Dalam ruang sosial, kader harus menjadi penyejuk dan pemersatu. Sementara dalam ruang kebijakan dan kepemimpinan, kader harus menghadirkan prinsip keadilan dan kemaslahatan.

Lebih lanjut, ia juga mengajak kader IMDI untuk menjadikan organisasi sebagai ruang pembentukan karakter, bukan sekadar arena kompetisi jabatan.

“Sejarah besar DDI dibangun oleh para ulama dan pendidik yang berjuang dengan ketulusan, bukan dengan orientasi popularitas atau kepentingan sesaat,” pungkas Prof. Muammar.

Ketua Umum PP IMDI Hery Syahrullah dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas wejangan yang disampaikan Guru Besar DDI tersebut.

Ia menilai, pesan tentang penyempurnaan status kader menjadi pengingat penting dalam pelaksanaan Kongres XII, agar organisasi tidak hanya kuat dalam struktur, tetapi juga kokoh dalam nilai.

“Kegiatan Dialog Intelektual ini menjadi momentum refleksi bersama bahwa kaderisasi bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang pembentukan jati diri,” tutup Hery.

ddi abrad 1