Luruskan Niat

0
28

Lensa Jurnalistik Islami

Suf Kasman

Niat merupakan peranti sahnya suatu ibadah. Rasulullah ﷺ mendedahkan “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya” HR. Bukhari.

Niat memegang peranan fundamental dalam menggapai predikat cumlaude Ridha Ilahi, termasuk pernak-pernik ‘amaliah Ramadhan yang sedang berlangsung ini.

Di bulan Ramadhan, tentu masing-masing orang mendokumentasikan niat berbeda-beda. Mis:

Ada orang berpuasa sekedar memanifestasikan perintah Allah, memenuhi kewajiban tuk mendelate dan me-remove dosa.

Ada pula jemaah berpuasa karena membatinkan niat mengejawantahkan janji (Nazar).

Ada juga orang berpuasa, niat-nya untuk diet (mau mengedrop berat badan).

Lantas, mereka berpuasa niat untuk diet.

Begitu pula pergi shalat tarawih di masjid, niat orang pasti beragam (varietas).

Ada orang pergi shalat tarawih di masjid, niatnya mencari imam tarawih yang bagus irama lagu qira’ahnya, kendati murottal Quran-nya 1 juz.

Mereka tidak peduli rentang waktunya berdiri shalat tarawih, sebab ingin tenang dan khusyuk.

Niat ini mantap.

Ada pula jemaah pergi shalat tarawih di masjid, dipilihnya imam tarawih yang durasinya sedang-sedang saja (tidak terlalu panjang & pendek). Yang penting langganan surahnya “Inna A’thainaa kal Kautsar” dibacakan pak Imam, beres mi itu.

Malah, ada yang berburu masjid untuk tarawih, ditarget super cepat kilat.

Seperti shalat tarawih ekspres di Blitar, 23 rakaat selesai dalam 10 menit (shalat tercepat di dunia).

Anehnya, jemaahnya ribuan datang memadati masjid.

Mungkin ini namanya shalat mobil panther.

Coba ngintip imam shalat tarawih super kilat di Youtube, mau ketawa takut dosa.

Jemaah shalat tarawih ekspres di Blitar terpaksa saling mendahului di tengah arus jalanan.

Bisingnya dalam masjid minta ampun, karena balapan liar shalat tarawih hingga capek.

Mesin imam masjid dipaksakan lari kencang 120 kilo meter perjam.

Berbagai rambu-rambu & mekanisme shalat tarawih tak dihiraukan lagi, hingga lupa arah tujuan suci shalat.

Prinsipnya, yang penting cepat selesai & bubar, di belakang perkara.

Fragmen shalat ekstrem ini perlu dipertanyakan niatnya bro!

Pergi shalat tarawih di masjid yang bacaan imamnya super buru-buru bagai halilintar.

Sekali tarikan nafas baca surah al-Fatihah disambung surah al-Kautsar.

Sudah benar gak niat seperti ini?

Diterima kah amal tarawih balapan liarnya?

Aku khawatir, bila datang hari kiamat besok, semua alumni jemaah shalat tarawih ala trengginas ini bisa-bisa melewati kota metropolitan Surga.

Kenapa bisa?

Sebab, terlalu buru-buru menancap gas pool menuju surga, sehingga rem cakram-nya blong.

Pentingnya menghadirkan niat secara benar.

Imam Sufyan Ats Tsaury merisaukan “Tidak ada yang lebih sulit untuk aku benahi selain niat, karena ia selalu berubah-ubah”.

Niat dan amal ibarat dua sisi mata uang. Dalam setiap ibadah tentu ada niat, lalu diwujudkannya dengan amal perbuatan. Jadi, niat dan amal harus sejalan dan beriringan secara benar.

Makanya, luruskan niat.

𝟏𝟏 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐝𝐡𝐚𝐧 𝟏𝟒𝟒𝟓 𝐇