Sebuah Cerita Tentang Kebaikan

0
197

Saefullah Kamalie menceritakan kembali sebuah kisah tentang kebaikan yang beliau terjemahkan dari kedai.com, sebagai berikut:

Alkisah seorang laki-laki bernama Ibnu Jada`an memberikan sedekah dengan harta kesayangannya, yaitu seekor unta betina yang masih produktif mengeluarkan susu kepada seorang tetangga miskin yang memiliki tujuh anak perempuan. Tetangga yang beruntung itu senang bukan main. Ia dan ketujuh anak perempuannya dapat minum susu unta betina tersebut setiap hari.

Ketika musim panas tiba dengan kekeringan dan kegersangannya, sehingga tanah retak-retak saking tandusnya. Ibnu Jada`an pergi bersama suku Badui untuk mencari air dan padang rumput.

Di sebuah lubang di dalam tanah yang menyerupai gua yang cukup dalam, dia menemukan banyak sumber mata air. Ibnu Jada`an turun untuk mengambil air sementara ketiga anaknya menunggu di luar lubang. Ibnu Jada`an tersesat di dalam lubang sehingga tidak bisa menemukan jalan keluar.

Ketiga anaknya menunggu sehari, dua, sampai tiga hari sehingga mereka putus asa. Mereka berkesimpulan bahwa mungkin seekor ular mematuk ayahnya dan langsung meninggal dunia. Mereka pun akhirnya kembali ke rumah.

Dengan keyakinan bahwa sang ayah telah meninggal dunia, ketiga anak Ibnu Jada`an ini membagikan harta warisan. Salah seorang anak berkata,

“Apakah kalian ingat unta betina ayah yang diberikan kepada tetangga kita? Tetangga itu sebetulnya tidak berhak menerima unta tersebut.”

Ketiga anak tersebut akhirnya pergi ke rumah tetangga untuk mengambil kembali unta betina yang sudah disedekahkan oleh ayahnya dan menggantinya dengan unta jantan yang penuh dengan koreng.

Sang tetangga berkata,

“Ayah kalian telah memberikan unta betina ini kepada kami dan kami makan malam dan makan siang dengan susunya. Susu unta betina pemberian ayah kalian ini mampu menggantikan makanan dan minuman, seperti yang dikatakan Nabi, shallallahu alaihi wa sallam.

“Kembalikan unta betina yang telah diberikan ayah kami itu dan silakan terima unta jantan ini,” kata salah seorang dari ketiga anak Ibnu Jada`an.

“Saya akan mengadukan hal ini kepada ayah kalian.”

“Silakan Bapak mengadu kepada ayah kami, toh ayah kami sudah meninggal dunia.”

“Kok saya baru mendengar jika ayah kalian sudah meninggal dunia?”

“Beberapa hari yang lalu kami pergi mencari air. Ayah kami memasuki sebuah lubang di tengah-tengah padang pasir, tetapi setelah itu beliau tidak keluar sampai kami menunggu selama tiga hari tiga malam.”

“Kalau begitu, tolong bawa saya ke lokasi di mana ayah kalian dinyatakan hilang dan meninggal dunia. Jika ternyata ayah kalian benar sudah tidak ada, silakan ambil kembali unta betina ini dan saya akan terima unta jantan sebagai gantinya.”

Tetangga itu pun pergi bersama ketiga anak Ibnu Jada`an ke lokasi yang dimaksud.

Sesampainya di lokasi, sang tetangga itu masuk lubang tempat sumber air berada, dengan merangkak turun sambil membawa obor. Begitu sampai ke dasar lubang, ia mendengar suara rintihan yang ternyata ayah ketiga anak tersebut yang masih hidup. Sang tetangga langsung menggendongnya ke atas. Ia sangat bersyukur mendapatkan ayah ketiga anak yang telah menyedekahkan unta betinanya itu masih bernafas setelah lebih dari satu pekan dinyatakan hilang. Begitu sampai di atas lubang, ia diberi minum dan beberapa biji kurma.

Setelah itu ayah tiga anak itu dibawa oleh tetangganya ke rumahnya.

“Coba ceritakan kepadaku, apa yang terjadi sehingga Anda tetap masih hidup setelah seminggu berada di dalam lubang.”

“Setelah tiga hari berada dalam lubang, saya kehilangan harapan untuk dapat hidup. Saya berserah diri kepada Allah SWT. Pada hari keempat, tiba-tiba saya merasakan ada susu mengalir di lidah saya. Saya pun bangun dan dalam kegelapan, samar-samar saya melihat wadah susu mendekat ke mulutku dan menuangkan seluruh isinya sehingga saya merasa kenyang. Lalu wadah itu menghilang dan kembali lagi pada saat makan malam.

Demikian setiap harinya saya diberi minum susu sebanyak tiga kali, tetapi sejak dua hari yang lalu wadah misterius itu tidak pernah datang lagi.”

“Jika Anda mengetahui sebab mengapa wadah itu tidak lagi datang membawakan susu, Anda tentu akan merasa lebih heran.”

“Memangnya apa yang terjadi?”

“Ketiga anakmu mengira bahwa Anda telah meninggal dunia. Mereka telah mengambil unta betina yang air susunya Allah kirimkan untukmu.

Seorang muslim akan tetap berada dalam lindungan perbuatan sedekahnya seperti yang dikatakan dalam pepatah, “Orang yang melakukan kebajikan akan terlindungi dari segala keburukan”.