Tiga Puasa Istimewa di Bulan Muharram

0
215

Dr. H. Muh. Aydi Syam

Bismillah …”

١) عن ابن عباس رضي الله عنهما: “قَدِمَ رسولُ اللهِ ﷺ المدينةَ فرأَى اليهودَ يصومونَ يومَ عاشوراءَ فقال لهم: ما هذا اليومَ الذي تَصومونهُ قالوا : هذا يومٌ صالحٌ هذا يومٌ نَجَّى اللهُ فيه بَنِي إسرائيلَ من عدُوِّهم فصامهُ موسى عليهِ السلامُ فقال رسولُ اللهِ ﷺ: أنا أحقُّ بِموسَى منكم فصامهُ رسولُ اللهِ ﷺ وأَمَرَ بصومِه” (أخرجه البخاري: ٤٦٨٠ ومسلم: ١١٣٠).

Artinya:

Dari Ibn Abbas r.a., “Ketika Rasulullah Saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi pada berpuasa hari asyura‘, lalu beliau bertanya kepada mereka, “hari apa ini yang kalian pada berpuasa?

Mereka menjawab, “ini adalah hari baik.” Inilah hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Nabi Musa a.s. berpuasa pada hari ini,

lalu Nabi Saw. mengatakan, “aku lebih pantas mengikuti Nabi Musa dari pada kalian, maka beliau berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari Asyura’ ” (H.Dk. al-Bukhary: 4680 dan Muslim: 1130).

٢) عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ ، وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا” (رواه أحمد: ٢١٥٥).

Artinya:

Dari Ibn Abbas r.a., telah berkata, “Rasulullah Saw. telah bersabda, “berpuasalah kalian pada hari Asyura‘ (10 Muharram).

Berbedalah dengan orang-orang Yahudi. Berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya” (HR Ahmad: 2155).

٣) عن عطاء، أنه سمع ابن عباس، يقول في يوم عاشوراء: خالِفوا اليَهودَ وَصُوْمُوْا التَّاسِعَ والعاشِرَ ” (أخرجه عبد الرزاق: ٧٨٣٩) واللفظ له، والبيهقي: ٨٦٦٥) باختلاف يسير.

Artinya:

Dari Atha’, bahwasanya beliau telah mendengar Ibnu Abbas bersabda tentang puasa hari Asyura‘.

Berbedalah kalian dengan orang-orang Yahudi. Berpuasalah pada tanggal 09 dan tanggal 10 Muharram” (H.Dk. Abd alRazzaq: 7839 dan al-Baehaqy: 8665).

Penjelasan:

01) Hadis pertama riwayatnya shahih. Hadis kedua riwayatnya dhaif. Namun karena disandarkan pada dalil yang shahih, maka tetap dianjurkan pengamalannya. Hadis ketiga riwayatnya shahih.

02) Hadis pertama menginformasikan bahwa puasa tanggal 10 Muharram (Asyura‘) awal mula dipraktikkan oleh orang-orang Yahudi sebagai ikutan (ittiba‘) kepada Nabi Musa a.s.

03) Rasulullah Saw. berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan kepada sahabatnya untuk berpuasa karena lebih berhak atau lebih pantas untuk mengikuti sunnah nabi Musa a.s. dari pada orang-orang Yahudi.

04) Untuk menunjukkan perbedaan antara puasanya umat Rasullah Saw. dengan orang-orang Yahudi, maka dianjurkan berpuasa juga pada hari ke 9 dan 11 Muharam.

05) Bila tidak sanggup 3 hari, maka 2 hari saja, yakni tanggal 9 Muharram (Tasu’a) dan 10 Muharram (Asyura‘).

Boleh juga tanggal 10 dan 11. Namun, memilih tanggal 09 dan 10 Muharram bagi yang hanya dua hari puasa masih lebih afdal dari pada tanggal 10, 11 mengingat hari Tasu’a itu lebih ditekankan oleh Rasulullah Saw. dari pada hari hady asyar.

06) Bila tidak sanggup 2 hari, maka sehari saja. Itulah hari Asyura‘. Namun, bila hanya satu hari puasa, maka itu belum menunjukkan perbedaan dengan puasa Asyura orang Yahudi.

07) Bila tidak puasa sama sekali, maka kalah telak oleh orang-orang Yahudi karena mereka masih puasa kendati hanya satu hari. Tentu saja Rasulullah tidak menghendaki hal ini terjadi pada umatnya.

وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Pesan Moral:

01) Puasa sehari pada hari Asyura‘ tetap dianjurkan dan tidak sampai makruh kendati hanya sehari.

Hanya saja, kenapa hanya 1 hari bila mampu 2 hari? Kenapa hanya 2 hari bila mampu 3 hari? Kenapa pilih kebaikan yang sedikit bila mampu meraih yang kebaikan banyak?

02) Sempurnakanlah puasa Muharram dengan memilih paket 3 hari, yakni tanggal 09 (Tasu’a), tanggal 10 (Asyura‘), dan tanggal 11 (hady asyar). Itulah tiga hari istimewa untuk puasa di bulan Muharram.

03) Raihlah paket istimewa ini semoga kelak menjadi hamba yang istimewa di hadapan Tuhannya dan di hadapan sesamanya.

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ ¤

باِللَّهِ التَّوْفِيْقُ وَالدَّعْوَةُ وَالْإرْشَادُ

Muraji‘:

KH. Yamang Shahebe, Lc., M.HI.

SALAM SILATURRAHIM

Tonrongnge,

09 Muharram 1445 H/27 Juli 2023 M