Bergantung pada Mata yang Melihatnya

0
173

 

Ini sebuah kisah yang kita jumpai dalam Mastnawi Rumi. Membaca kisah ini, entah kenapa mulut saya langsung berucap, سبحان الله. Apa jadinya jika semua penglihatan, penciuman, ini sama? Yang jelas, hidup ini mungkin hambar…

 

Ada seorang raja sangat penasaran terhadap kisah cinta sejati dan tergila-gila seorang Majnun kepada Layla.

 

la memerintahkan agar mencari Layla dan membawanya ke istana dalam kondisi sehat-sehat. Layla kemudian ditemukan dan dibawa ke hadapan sang raja. Dalam kondisi terkagum-kagum sang raja bertanya: “Apakah betul kamu yang telah membuat Majnun tergila-gila dan hidup sebatang kara di gunung-gunung? Padahal kecantikanmu sepertinya tidak istimewa dan tidak ada bedanya dengan perempuan-perempuan lain. Ketika keadaanmu seperti ini saja, kenapa bisa Majnun sampai tergila-gila kepadamu?”

 

Layla yang sedari awal diam menjawab:

 

“Rajaku, diamlah…! Karena Tuan bukan Majnun. Untuk melihat kecantikan pada tubuhku Tuan Raja butuh melihat dengan mata seorang Majnun.” Sang Raja diam mendengar perkataan rakyatnya itu. la tidak mempunyai sepatah kata pun untuk diucapkan kepada Layla.