Pasal 16: Pakaian dan Perhiasan

0
167

النخبة المرضية في الاحاديث النبوية

Pasal 16

Hadis 8

Dari Anas Ra., Rasulullah Saw. bersabda: Siapa yang memakai sutera di dunia, maka dia tidak akan memakainya di akhirat. (HR. asy-Syaikhani)

Faedah:

1) Haram memakai sutera bagi laki-laki

Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah memegang sutera di tangan kanan dan emas di tangan kiri, kemudian bersabda: Kedua ini diharamkan bagi umat ku kaum laki-laki.

Dari Huzaifah: Rasulullah melarang makan dan minum dari bejana emas dan perak, juga melarang memakai pakaian sutera bagi laki-laki dan mendudukinya sebagai tikar.

Ada beberapa keadaan boleh memakai sutera:

a) bagian suteranya sedikit sebagai hiasan atau kombinasi maksimal selebar 4 jari.

b) karena sebab penyakit, diperlukan memakai pakaian sutera.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah memberi keringanan kepada Abd. Rahman bin Auf dan Zubair Din Awwam untuk memakai sutera karena ada penyakit.

Hikmah larangan pakaian sutera bagi laki-laki:

1) Merupakan pakaian surga (surah al-Insan ayat 11)

2) Dasar Kaedah Fiqhi

“Man Ta’ajjala bi syai-in qabla awalihi ‘uqiba bi hirmanihi”

من تعجل بشيء قبل اواله عقب بحرمانه

Siapa yang tergesa-gesa dengan sesuatu sebelum waktunya, maka dia dihukum terhalang dari sesuatu.

Contoh: Lelaki terburu-buru memakai sutera di dunia sebelum waktunya di surga.

Hadis 9

Dari Abu Hurairah, berkata: Rasulullah Saw melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan, juga melaknat perempuan yang memakai pakaian laki-laki. (HR. Abu Daud)

Faedah:

1) Laknat: at-tarku min Rahmatillah (jauh dari Rahmat Allah SWT.)

ليس المؤمن لَعانا (الحديث)

2) Termasuk menyerupai perilaku.

Pasal 17

Taraffi (Kemegahan) dan sifat berlebihan dalam berpakaian

Ayat 1

Surat al-A’raf: 31

ولا تسرفوا انه لا يحب المسرفين

Israf: mempergunakan di luar batasnya

Ayat 2

Surat al-Isra

ولا تبذر تبذيرا

Tabzir: menghamburkan atau disia-siakan.

Dingajikan oleh G. Dr. H. Umar Mansur ar-Rahimi, Lc., MA.