Roh Allah

0
121

Berikut akan kami sajikan bantahan mencerahkan terhadap tulisan saya yang kemarin, dan secara berturut-turut, jawaban saya dan terakhir, pandangan dari seorang Guru/Mursyid thariqah:

ROH ALLAH ADALAH ALLAH ITU SENDIRI?
Prof. Dr.. Natsir Mahmud

Adakah Akunya Tuhan dalam diri? Demikian tulisan Ustadz Salahuddin, lalu dijawab sendiri “Jelas ada dong”. Saya kemudian bertanya: Apakah Tuhan dalam diri hanya perasaan subjektif atau benar-benar objektif? Apakah diri manusia mampu menampung eksisitensi Tuhan dalam dirinya? Kalau itu hanya perasaan subjektif, bisa dipahami, seperti kaum remaja yang pacaran menyatakan pada pacarnya: “engkau selalu ada dalam diriku”. Tetapi kalau dimaksudkan objektif , bahwa Tuhan benar-benar ada dalam diri seorang penganut tarekat, maka itu menjadi persoalan akidah yg serius.

Dalam kisah Nabi Musa a.a , Nabi Musa dituntut oleh umatnya agar Tuhan (Allah SWT) hadir di tengah mereka untuk bisa menyaksikan langsung adanya Tuhan. Maka Nabi Musa mengadu pada Allah agar memperlihatkan diriNya. Maka Allah mengikuti permintaan Nabi Musa. Allah memerintahkan Nabi Musa agar mengarahkan pandanganya ke bukit Sinai. Ketika Allah menampakkan diri di bukit Sinai, maka bukit Sinai meledak dan hancur berkeping-keping, Nabi Musa pun jatuh pinsang, dan setelah sadar Musa bertaubat kepada Allah sambil bertasybih memuji Allah SWT. Kisah ini dijelaskan dalam surah al-A’raf 143. Jadi pertanyaan saya: “Jika Allah berada dalam diri kaum ahli tarekat, apakah dirinya mampu menampung dahsyadnya energy Ilahy”? Para mufassir menjelaskan energy Ilahy yg menimpa bukit Sinai perupamaan hanya setitik air dari samudera yg luas.

Penjelasan bahwa roh Allah ditiupkan ke janin dalam Rahim ibu, bukan berarti Allah yg masuk ke janin, tetapi adalah roh milik Allah yg masuk ke janin. Dalam Surah al-Hijr 29 dikatakan:
فَإِذَا سَوَّيۡتُهُ ۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُواْ لَهُ ۥ سَـٰجِدِينَ
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh [ciptaan] Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud
Jadi roh yang masuk ke janin adalah roh milik Allah, ciptaan Allah, bukan Allah itu sendiri. Kalau saya katakana ini bajuku. Berarti baju itu milikku, bukan baju itu adalah aku. Wallahu A’lam bissawab.
Maaf sekedar diskusi.