Ibadah Lahir dan Batin

0
622

Pasal I

(Pembagian ibadah / penghambaan)

Ibadah terbagi dua:

1. Ibadah lahiriah,

Ibadah yang dikerjakan oleh tubuh, berupa shalat, puasa, dll.

2. Ibadah batiniah,

Ibadah hati, berupa zikir, khauf, raja,
sabar, syukur, dll.

Antara ibadah lahir dan batin tidak bisa dipisahkan.

Contoh shalat.

Gerakan shalat secara lahir, tidak bisa dipisahkan dengan ibadah shalat
secara batin.

Ingat kepada Allah SWT. di saat seseorang melakukan gerakan shalat secara lahir tanpa disertai ingat kepada Allah SWT., maka di saat itu pula ia akan lupa pada bacaan dan gerakan shalat.

Apalagi bagi orang yang memiliki ilmu makrifat, bahwa zikir (ingat) kepada Allah itu adalah intisari dari segala bentuk peribadatan.

Itulah yang mereka maksud dengan isi Firman Allah SWT:

وأقم الصلاة لذكري . طه:14

Artinya:

“Dan dirikanlah shalat untuk ingat kepada-Ku”. (Thaha: 14)

ولذكر الله أكبر والله اعلم ما تصنعون . العنكبوت: 45

Artinya:

“Dan ingat kepada Allah itu besar, dan Allah mengetahui apa yang kalian perbuat”. (Al Ankabut: 45)

Sehingga segala macam bentuk ibadah yang tidak disertai dengan zikir,
maka ibadah itu dianggap sebagai ibadah yang kosong.

Sehingga di banyak firman-Nya, Allah SWT. senantiasa mengingatkan hambanya untuk memperbanyak aktifitas berzikir.

Firman Allah SWT:

ياايها الذٌن آمنوا اذكروا الله ذكرا كثٌرا. الأعراف: 41

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan sebanyak-banyaknya”. (Al A’raf: 41)

Disarikan oleh H. A. Muh. Ridwan Tahir,. Lc. MA.